Pemetaan kawasan rawan bencana G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui daerah bahaya gunungai dan daerah rawan terhadap bencana letusan gunungapi, serta untuk mengetahui daerah rawan terhadap aliran lahar.
Pemetaan daerah bahaya G.Talaga Bodas merupakan penentuan daerah bahaya utama dan daerah bahaya sekunder atau biasa juga disebut daerah waspada, berdasarkan sejarah letusan lampau dan laporan peneliti terdahulu serta data geologi di lapangan.
Pemetaan daerah bahaya G.Talaga Bodas merupakan penentuan daerah bahaya utama dan daerah bahaya sekunder atau biasa juga disebut daerah waspada, berdasarkan sejarah letusan lampau dan laporan peneliti terdahulu serta data geologi di lapangan.
Laporan ini merupakan hasil evaluasi peta daerah bahaya G.Gede (+ 2958 m), yang telah dilakukan pemeta terdahulu pada 1989 (S.Dirasutisna, dkk), guna mendapatkan suatu peta daerah bahaya yang cukup memadai, serta dapat digunakan oleh aparat Pemda atau instansi terkait lainnya dan pemakai peta daerah bahaya G.Gede.
Dalam rangka melakukan pengamatan visual kegiatan G.Ciremai penulis berkesempatan melaksanakan pengamatan visual berda-sarkan SPPD No. 1043/0441/3402/88, dan diantar pengemudi Sdr. Didi dengan SPPD No. 1044/0441/3402/88, sejak 11 Janu-ari 1988 selama 15 hari. Pengamatan visual dilakukan dari Pos PGA Sampora, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Jarak lurus pengamatan dari Pos PGA Sampora sampa…
Dalam rangka melaksanakan recana kerja Triwulan II, Tim Sumatera dan Jawa Bagian Barat berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Marapi, Sumatera pada Julis 1986 selama 15 hari dengan SPPD No. 589/P/1986.
Pada Oktober 1986 penulis berkesempatan untuk melakukan penyelidikan seismik G. Krakatau dengan SPPD No. 1354/0441/3402/86.