Secara geologi wilayah Indonesia sangat kompleks, terletak pada pertemuan tiga lempeng besar tektonik, yaitu Lempeng Eropa-Asia, Hindia-Australia dan Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut sangat berperan dalam proses pembentukan gunungapi sebagai sumber panas bumi di Indonesia.Pemunculan sumber panas bumi di dunia sebagian besar berasosiasi dengan gunungapi yang masih aktif maupun yang sud…
Secara geologi wilayah Indonesia sangat kompleks, terletak pada pertemuan tiga lempeng besar tektonik, yaitu Lempeng Eropa-Asia, Hindia- Australia dan Pasifik. Pertemuan ketiga lempeng tersebut sangat berperan dalam proses pembentukan gunungapi sebagai sumber panas bumi di Indonesia. Pemunculan sumber panas bumi di dunia sebagian besar berasosiasi dengan gunungapi yang masih aktif maupun yan…
Gunung papandayan merupakan gunungapi strato, dibangun oleh hasil erupsi eksplosif dan efusif masa lampau yang berupa bom vulkanik, lapili dan pasir hingga abu, endapan awan panas serta leleran lava.
Mineral sangat berpengaruh pada suksesi hilirisasi di Indonesia. Saat ini pengklasifikasian mineral menurut undang-undang yang berlaku terbagi menjadi lima, diantaranya mineral radioaktif, mineral logam dan bukan logam, mineral bukan logam jenis tertentu dan batuan. Mineral logam merupakan mineral yang unsur utamanya mengandung logam, memiliki kilap logam dan umumnya bersifat sebagai penghantar…
Daerah yang dipetakan terletak di Pulau Lombok utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah ini telah diselıdıkı secara regional, disamping ada juga secara khusus, tergantung keperluannya. Dengan demikian untuk mengetahui sejarah geologi komplek tersebut secara lebih rinci, diperlukan pemisahan-pemisahan batuan dan penyelidikan struktur geologi lebih teliti, dengan akan dapat dipelajari sejar…
Gunung Agung merupakan gunungapi strato tipe A yang terletak pada posisi geografi 8º 20,5' Lintang selatan, 115° 30,5' Bujur timur, dan termasuk dalam kecamatan Rendang, Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Gunung tersebut adalah gunungapi tertinggi di Bali, lebih kurang 3142 meter dpl (diukur sebelum letusan tahun 1963) dan lebih kurang 3014 meter dpl (diukur setelah letusan tahun 1963)
Tujuan pemetaan geologi gunungapi kompleks Mandosawu - Ranaka adalah untuk mengetahui keadaan geologinya, antara lain: jenis batuan, sebaran batuan, urutan stratigrafy (umur geologi), struktur geologi, sejarah erupsi, dan lain sebagainya. Hal ini perlu untuk mengetahui sejarah kegunungapian kompleks ini dan untuk menunjang pembuatan peta daerah bahaya gunungapi kompleks ini.
Buku Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Indonesia mencoba mengungkapkan berbagai pengalaman program AMPL yang telah sukses dan terus berlanjut. Terdapat 21 lokasi yang menjadi bahan studi untuk buku ini yang tidak terbatas hanya pada tingkat masyarakat, namun juga pada tingkat pemerintah juga sekolah. Dari keseluruhan lokasi, kemudian dicoba untuk digali mengenai faktor-faktor y…
Buku ini membahas tentang letusan katastropik Gunung Krakatau tahun 1883.