Pada tanggal 20 Juli 1995 terjadi awanpanas guguran, peristiwa ini didahului oleh gempa letusan pada jam 11.20 WIB (terekam pada seismograf), kemudian jam 11.40 WIB terekam gempa guguran, saat itu G. Semeru diselimuti kabut tebal sehingga petugas pengamat masih ragu antara awanpanas atau banjir. Setelah dicari informasi ternyata di puncak tidak ada hujan, petugas pengamat berkesimpulan bahwa it…
Laporan hasil pengukuran kubah lava yang tersisa setelah longsoran yang terjadi pada tanggal 21 sampai dengan akan dimulainya pengukuran (27 Agustus 1978)
Dengan SPD No. 35/SDVCY/II/77 penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi. Pengukuran tersebut bertujuan untuk mengetahui, antara lain : volum pendekatan kubah lava, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik.
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pendekatan, tinggi puncak kubah lava dan tinggi masing - masing titik bidik. Dalam pelaksanaannya, diukur dengan jalan "aanpeilingen" dari 2 (dua) tempat titik tetap, yakni G. Maron T.363/961 dan lainnya dari tugu Pos Volkanologi Plawangan + 1.295,90 m
Pengukuran kubah lava bertujuan, antara lain: untuk mengetahui volum pendekatan dan tinggi puncak kubah lava maupun tinggi tiap tiap titik bidik