Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, sehingga menimbulkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang cuk…
Photo Sebagaimana diketahui bahwa peta daerah bahaya G.Burni Telong yang ada merupakan hasil tinjauan literatur yang bersifat sementara dan belum berdasarkan hasil pengamatan di lapangan (Kusumadinata, 1969). Disamping data tersebut telah lama, perkembangan pemukiman di sekitar gunungapi tersebut saat ini juga cukup pesat, sehingga sudah saatnya peta daerah bahaya gunungapi yang bersifat semen…
Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan porta perkemban yang day alam tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta perlu diatur memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, dilingkungan gunungap…
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G. Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak …
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Pads pelita IV. tahun anggaran 1988/1989, Proyek telah melakukan Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, penetaan geologi gunung Kerinci secara rinci dengan menggunakan peta dasar topografi sekala 1: 50.000. Tin peneta terdiri dari tujuh orang yakni K.S.Santoso sebagai kepala tim; S. Kamal, Dadi Mulyadi, A.Nasution, R. Chaniago, O.K. Suganda dan Sutoyo sebagai anggota tin serta dibantu ol…
Pada Pelita V. tahun anggaran 1990 - 1991, proyek pengamatan / pengawasan dan pemetaan geologi gunungapi., telah merampungkan/ memetakan geologi daerah gunungapi Sorik Marapi Padang Sidempuan secara tematik dengan menggunakan peta berskala 1:40.000
Pada 4 Juni 1980 dengan SPJ n. 262/P/1980, n.263/P/1980, dan n. 264/P/1980. A.D. Sumpena, sdr.S. Wikartadipura dan saya ditugaskan ke tiga gunungapi di sumatra, diantaranya ke G. Kunyit untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi,, Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan lima orang anggota yang terbagi menjadi dua tim.
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi seksi penanggulangan bahaya maka ditugaskan tiga orang anggotanya terdiri dari Sdr. Samud Wikartadipura, Sdr.. A.D. Sumpena dan saya.