Menurut van padang (1951), gunungapi Wai Sano digolongkan sebagai gunungapi aktif tipe B karena sejak tahun 1600 an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Menurut Van Padang (1951), gunungapi ini bertipe stratovolkano karena produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Wai Sano (603 m dpl) merupakan sebuah gunungapi berdanau kawah di bagian Barat Flores dengan ukuran 3,5…
Menurut van padang (1951), gunungapi Ili Muda digolongkan sebagai gunungapi aktif tipe B karena sejak tahun 1600 an tidak ada catatan mengenai peningkatan aktivitasnya maupun kejadian erupsi. Gunungapi Ili Muda termasuk ke dalam wilayah kabupaten Flores Timur yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk cukup jarang yaitu sekitar 60 jiwa permeter kuadrat (luas daerah 577,18 km kuadrat dan jumlah p…
Gunungapi Ili Muda digolongkan sebagai gunungapi aktif Tipe B karena sejak tahun 1600-an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Menurut Van Padang (1951), Gunungapi ini bertipe stratovolkano, produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Gunungapi Ilmi Muda termasuk kedalam wilayah Kabupaten Flores Timur yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk cukup jarang, yaitu sekita…
Gunungapi Rokatenda merupakan salah satu gunungapi aktif yang erupsinya bersifat efusif dan eksplosif sehingga menghasilkan lava dan piroklastik. Dalam sejarah kegiatannya G. Rokatenda mulai meletus tahun 1928. Erupsi terbesar terjadi pada tahun 1928 berupa erupsi eksplosif yang kuat disertai pertumbuhan kubah lava serta tsunami yang diakibatkan longsor. Perioda erupsi terpendek adalah 1 tahun …
Gunung Wai sano berada di wilayah kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu gunungapi aktif tipe C dimana aktivitas vulkaniknya tidak diketahui sejak 1600. Evolusi Gunung Wai Sano berhubungan dengan aktivitas tektonik berupa pensesaran berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara, yang di ikuti oleh pengangkatan dan vulkanisma.
Gunungapi ljen merupakan gunungapi aktif tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan ljen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu dari 22 buah kerucut gunungapi yang tumbuh di bagian baratlaut G. Merapi, di bagian timur rim Kaldera ljen purba, G. Ijen ini merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang dipantau aktivitas vulkaniknya secara kontinyu.
G. Kelud merupakan gunungapi aktif tipe A bertipe vulkano - plinian. Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Kelud dibagi menjadi tiga (3) wilayah berturut-turut dari tingkat kerawanan tertinggi ke terendah, yaitu: Kawasan Rawan Bencana III (KRB III), Kawasan Rawan Bencana II (KRB II), dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB I). KRB III berpotensi tinggi terlanda aliran awan panas berada di sektor utara, selat…
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam 4 (empat) wilayah kabupaten yaitu: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, propinsi Jawa Timur. Kegiatan G. Bromo yang pertama kali tercatat dalam sejarah, terjadi pada tahun 1804.
Sejak tanggal 4 Desember 2015, Gunung Bromo (2329 m dpl) di Jawa Timur aktivitasnya kembali meningkat. Pemantauan visual G. Bromo di Bulan Desember 2015 memperlihatkan hembusan asap abu-abu, kecoklatan hingga putih tipis-tebal, bertekanan lemah--kuat, ketinggian asap anatra 200 - 2000 meter dari atas kawah. Selama bulan Desember 2015 ketinggian kolom asap kawah cenderung bertambah.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunung api yang berada di sebelah Baratdaya G. Salak Menurut Van Padang (1951(, G. Perbakti termasuk kedalam kelompok gunungapi tipe C, dimana aktivitas vulkanik saat ini berupa solfatara dan fumarola. Saat ini G. Perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga Panasbumi.