Kegiatan pengamatan terhadap gunungapi aktif dilakukan secara menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ditambah dengan sistim ARGOS (Satelit) yang dipasang di beberapa gunungapi dengan metoda kegempaan serta deformasi.
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 658 m dari permukaan laut. Posisi geografis 120° 52' 17" BT dan 4° 31' 30" LS. Meru-pakan salah satu pulau di Laut Banda. Gunungapi tersebut mempunyai tiga buah kawah yang terletak di puncak. G. Banda Api termasuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi ters…
Pendataan pengamatan dan kependudukan di dalam daerah bahaya dan waspada di komplek G.Dieng dan sekitarnya dilakukan dengan cara meneliti dan menginventarisasi dilapangan secara langsung. Pelaksanaan pekerjaan lapangan ini dilakukan oleh tujuh orang petugas Seksi Penyuluhan Gunungapi Direktorat Vulkanologi dengan biaya dibebankan kepada Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun …
G. Sangeangapi merupakan gunungapi giat tipe A yang letaknya di P. Sangeang sebelah timur laut P. Sumbawa, masuk wilayah Kabupaten Bima . Sejak 30 Juli 1985 gunungapi ini menunjukkan kegiatannya. Beberapa penyelidikan telah dan sedang dilakukan, sehubungan dengan kegiatan tersebut, yang diantaranya pengamatan visual dan penyelidikan seismik. Secara geografis G. Sangeangapi terletak pada posisi …
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Berdasarkan surat Direktur Vulkanologi nomor 364/104/DGV/91, tanggal 2 Mei 1991 tentang penyuluhan vulkanologi mengenai G.Gede di Kabupaten Daerah Tk. II Cianjur, Sukabumi dan II Bogor, diadakan pembicaraan dengan Asisten Setwilda Provinsi Jawa Barat mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan penyuluhan di daerah - daerah tersebut.
Gunung Kelut terletak di antara Gunung Wilis (+2562 m) dan G. Kawi (+ 2651 m), berderet arah barat daya timur laut di kawasan kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur. Tinggi Gunung Kelut hanya + 1731 m di atas muka laut, namun Gunung Kelut mempunyai kawah yang aktif, tidak demikian halnya dengan kedua gunung api lainnya.