G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…
Kerja praktek di G.Merapi dilaksanakan selama 25 hari dengan melakukan beberapa pekerjaan yang terdiri dari : (1) Pengukuran topografi; (2) Pengamatan visual dari Ngepos maupun Plawangan; (3) Melakukan pembacaan seismogram (rekaman) dan analisa gempa; (4) Pemeriksaan daerah laharan dan aliran sungai serta meninjau daerah yang merupakan contoh usaha penanggulangan terhadap bencana letusan gunung…
Sejak akhir 1978 di sekitar G. Lawu digoncang oleh getaran gempabumi yang makin hari makin sering dan makin besar intensitasnya. Dikuatirkan letusan gunungapi akan merupakan kegiatan susulan yang terjadi, sekalipun G. Lawu sejak 1600 tidak pernah dicatat peningkatan kegiatannya. Penganar an dilakukan secara darurat dan berkala, diantaranya dengan menggunakan sistem tripartit. Pengamatan tersebu…
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Gempabumi di sekitar G. Lawu telahberlangsung sejak bertengahan bulan Desember 1978. Gempa dirasakan oleh penduduk di wilayah Kecamatan Plaosan dan Tawangmangu. Bahkan sampai di kota Magetan. Kegiatan sangat meningkat dalam bulan April 1979, yaitu diketahui dari makin banyaknya gempa yang terasa. Dalam bulan Mei mencapai puncaknya. Pada tgl. 14 dan 15 terjadi gempa terasa yang paling kuat. Teta…
Telah terjadi kejutan di Dataran Tinggi Dieng, yaitu letusan hidrotermal di Kw. Sinila pada tgl 20 Februari 1979, mulai pukul 01.55. Sebelumnya di tempat tersebut tidak pernah terlihat kegiatan vulkanik di permukaan; misalnya mata air panas, asap solfatara atau fumarola. Letusan tersebut disusul oleh letusan lainnya yang lebih kecil di sebelah baratnya, tetapi korban manusia sebanyak 149 orang …
Suatu kejadian yang agak mengejutkan telah terjadi di Kelut. Akibat dari peristiwa tersebut baru diketahui pada waktu para petugae memeriksa kawah pada tgl. 14 Maret 1979
Pengmatan gempa di G. Merapi dengan empat stasiun yaitu Bebadan, Plawangan, Musuk, dan Selo kurang memuaskan karena gempa vulkanik cenderung kecil.
Tgl. 15 Aqustus 1k. jan. 09. mulai terasa adanya concangan gempabunt. rada bari itu geapa yang terasa so banyak 30 kali sedanckan yans terontat oleh seismograp di observatori 0. Lemongan di Gunungmeja (Klakah) seba nyak 427 kali. Gempa ternea tal. 16 Agustus hanya 3 kali tetapi tercatat oleh seismograp sebanyak 1484 kali. Do ngan demikian diduga "main ahook" dari seluruh kegiatan ini terjadi pa…
Pencemaran terjadi di sepanjang S. Ciwidey pada tgl.4 April 1978, akibat peningkatan secara mendadak kadar sulfat dan chlorida dalam air yang mengalir dari kawah Putih, G. Patuha. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, dilakukan pe- meriksaan pada tgl. 12 14 April, diantaranya terhadap ke- giatan gunungapinya, penelaahan sebab musabab terjadinya pencemaran, geologi teknik dalam usaha pencegahan …