Pada bulan April - Mei 1985, dilakukan lagi pengukuran potensial diri jalur Gendol - Woro, setelah mengalami masa istirahat sejak Oktober 1984.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli dan September 1984 selama lebih kurang 1 1/2 bulan sehubungan dengan program Proyek Pengembangan Laboratorium Gunungapi, Direktorat Vulkanologi.
Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
Dalam rangka pemanfaatan sumber enersi yang ada di daerah Jawa Timur, telah di lakukan penyelidikan dalam rangka pengembangan selanjutnya, khususnya pendayagunaan sumber tenaga panasbuminya.
Penyelidikan Gaya Berat G. Lamongan dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 9 Mei 1988, sebagai realisasi program Seksi Vulkanofisika yang merupakan kelanjutan penyelidikan Gaya Berat tahun 1987. Pada saat yang sama pula penyelidikan-penyelidikan dengan metoda lainnya (Seismik, Resistivity, Petrologi, Deformasi, Tilting dan Geokimia) terhadap objek yang sama.
Tim Inventarisasi Potensi Wisata mencari celah lain yang ada di daerah kawasan G. Ijen, yang sekiranya dapat dikembangkan dimasa mendatang selain sumberdaya mineral, hal ini dirasakan sangat perlu sekali menginngat daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pembuatan dokumentasi G, Raung dapat diartikan sebagai upaya untuk melengkapi data lapangan selengkap - lengkapnya baik data yang berada di daerah bahaya maupun waspada yang meliputi seluruh keadaan geologi G. Raung.
Penyuluhan ini dilakukan agar penduduk yang bermukim dan bermata pencaharian di sekitar G. Galunggung dapat memilih tempat bermukim di daerah yang relatif aman dan menghindari daerah rawan bahaya sesuai dengan hasil Peta Daerah Bahaya yang sudah publish.
Inventarisasi potensi wisata G. Papandayan dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang objek wisata yang terjadi karena proses vulkanisme dan sudah dikenal, disamping itu objek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.