Salah satu realisasi dari tugas nyata perjalanan pemantauan dan pengamatan Gunungapi, yang dikerjakan oleh staf pengamatan Seksi Jawa Barat dan Jawa Timur, Subsidit Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada tahun anggaran 2005 adalah melakukan perbaikan alat seismograf, dan pengamatan langsung ke puncak.
Setelah terjadi peningkatan aktovitas G. Merapi, pengamatan visual difokuskan pada pengamatan kubah lava dan keadaan asap solfatara. Setelah terjadi rentetan gempa vulkanik (swarm) sejak 7 Juli 2005, asap solfatara tampak menebal pada 11-12 Juli hingga mencapai tinggi 500 meter dari puncak. Pada kondisi normal tinggi asap rata-rata di bawah 200 meter.