G. Ebulobo terletak di Flores Barat, termasuk dalam tipe strato dimana material hasil letusannya berselang seling dengan aliran lava sehingga terbentuklah tubuh gunungapi seperti yang terlihat sekarang. Aktivitas G.Ebulobo dipantau dari Pos Vulkanologi yang terletak dibagian barat gunung, pada jarak 2 km dan ketinggian 800 m. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun dengan menggunakan ala…
G.Lereboleng di Flores Timur, merupakan gunung api aktif dari type strato yang terletak pada posisi geografi 8'21'0.25' Lintang Selatan dan 122'50.5' Bujur Timur dengan ketinggian puncaknya 1117 meter diatas muka laut. Segi pemantauan kegiatan gunungapi dilakukan dengan metoda seismik. Untuk mengetahui struktur dalam gunungapi tersebut maka dicoba diterapkan metoda magnetik, dengan melakukan ma…
Kegiatan G. Iya dan G. Ebulobo dipantau secara terus - menerus oleh Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi melalui Pos Pengamatan Tetap yang berlokasi di daerah gunungapi tersebut. Pemantauan kegiatan gunungapi selain visual juga pengamatan gempa. Pengamatan gempa untuk G.Iya dengan seismograf PS-2 bersistem telemetri satu komponen vertikal. Sedangkan G.Ebulobo menggunakan seismograf Elektromagnet…
Memperhatikan sifat erupsi masa lampau dan makin padatnya penduduk yang bermukim di sekitar puncak G.Ileboleng, hal ini akan menambah tingkat bahaya eupsi G.Ileboleng. Untuk mengantisipasi mitigasi akibat erupsi yang akan datang, sangat diperlukan suatu usaha mengevaluasi aktifitas vulkaniknya. Untuk keperluan pekerjaan tersebut diperlukan pengumpulan data - data masa lampau dan kondisi sekaran…
Pemetaan topografi di G.Barujari (G.Rinjani) yaitu untuk mendapatkan peta situasi topografi puncak yang baru guna menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna peramalan letusan Gunung Barujari dilingkungan Direktorat Vulkanologi, serta mengevaluasi perubahan topografi akibat letusan di tahun lalu.
Untuk melihat kegiatan G. Sirung dari dekat, maka pada tgl 28 Oktober telah dilakukan pendakian ke Kawah G.Sirung. Perjalanan dilakukan dengan route Kp. Kaka-Kawah yang memerlkan waktu lk. 2 jam. Kemudian, dari hasil pengamatan gempa sejak September 1994, jumlah vulkanik di G. Sirung paling banyak 3 kejadian per bulan. Sedangkan gempa tektonik terekam seismograf paling banyak 5 kejadian per bul…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi dalam tahun anggaran 1995/1996 merencanakan melakukan Pemetaan Situasi Topografi Laharan G.Rinjani di Pulau Lombok, NTB. Sungai yang direncanakan yaitu Koko Putih, dimana sungai ini merupakan satu-satunya sungai yang berhulu dari kawah Danau Segara Anak G.Rinjani.
Faktor yang ikut menentukan intensitas bencana gunungapi adalah sifat dan tipe letusan gunungapi, sebaran produk letusan, perioda letusan, kepadatan penduduk di sekitar gunungapi serta perkembangan pemukiman dan wisatawan. Berdasarkan data letusan yang telah lampau, produk letusan G. Lewotobi Laki - laki dan Perempuan yang dapat menimbulkan bencana meliputi abu, pasir, dan lapili, bom volkanik,…
Sebelumnya belum ada studi - studi geofisika di komplek G.Ebulobo yang bertujuan untuk mengetahui struktur bagian dalam dari gunungapi tersebut. Untuk memulai mempelajari batas - batas struktur bagian dalam dari tubuh gunungapi tersebut, kami melakukan survey gayaberat di bulan Mei - Juni 1995. Secara kebetulan dalam waktu bersamaan dilakukan juga pengukuran geomagnetik oleh tim lainnya (Palgun…
Berdasarkan sejarah letusan, aktifitas vulkanik (purna kaldera) G. Rinjani terjadi di dalam kaldera dengan menghasilkan G.Barujari dan G.Rombongan. Pereoda istirahat letusan antara 3 - 29 tahun. Produk erupsi G.Barujari dan Rombongan adalah endapan leleran lava dan jatuhan piroklastik, hal ini menunjukkan bahwa sifat erupsinya adalah esplosif dan efusif.