Distrik Cina yang kaya akan emas adalah wilayah yang meliputi daerah bagian utara Pontianak, selatan sungai Sambas dan S. Kuala, pengelolahan emas intensif di perkirakan dimulai sejak abad ke-13.
penyelidikan pendahuluan tentang kemungkinan keterdapatan bahan galian batumulia dan bahan galian industri di daerah kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu ini, dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut tentang keadaan geologinya, yang ditunjukan untuk mendapatkan data-data/informasi keberadaan batumulia yang termasuk batupermata seperti turmal…
Pra Studi kelayakan Bahan Galian Ornamen Jenis Gabro di Gunung Munjung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Propinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan menyusul hasil temuan team GEM-AFIA kasar yang terbawa oleh arus S. Amandit dari hulu ternyata memiliki corak dan hasil proses yang sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai batuan ornamen, …
Daerah Penyelidikan secara administrasi mencakup 4 (empat) wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Loajanan, Loakulu dan Samboja, Kabupaten Kutai dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Pasir, Propinsi Kalimantan Timur.
Di Indonesia, bahan galian mineral logam langka, seperti Nb, Ta, Zr, dan REE pada umumnya terdapat berasosiasi dengan batuan granit. Bahan granit terbesar cukup luas di sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya.
Sebagai realisasi atas permintaan bantuan bimbingan teknis dari PT. SUMAGUD SAPTA SINAR, yang beralamat di jalan Burangrang No. 18, Bogor Kode Pos 16151, untuk melaksanakan pekerjaan seismik refraksi pada daerah rencana penambangan batu mulia/aleksandrix (kecubung) di daerah Kecamatan Maruang, Kabupaten Muarateweh, Kalimantan Tengah, Maka penulis du…
Evolusi Tektonik daerah Indonesia secara global dipengaruhi oleh berbagai pemekaran lempeng, Indonesia belahan barat (Sumatera) dipengaruhi oleh gerak relatip dari lempeng Asia dan lempeng India, sedangkan Indonesia belahan timur (Sulawesi) dipengaruhi oleh gerak relatip dari lempeng Australia, Fasipik dan Asia (Katili J. A. 1980).
Rencana Operasional (RO) kegiatan tolok ukur survei pertambangan sub. tolok ukur eksplorasi geofisika ini disusun berdasarkan/mengacu pada petunjuk operasional (PO) yang tertuang di dalam DIP tahun 1999/2000 Proyek Eksplorasi Bahan Galian Mineral Indonesia.