Gunung Sirung terdiri dari suatu kaldera jang tjukup besar. Lingkaran kawah (kraterrand) mempunjai 4 puntjak jang mengelilingi Kw. Sirung, sebelah Barat/Barat-Daja puntjak G. Sirung (922 mdpl), sebelah Selatan G. Anunggulan (Anunggulan bermaksud tergelintjir sendiri atau Mabagolang bermaksud tempat dingin), sebelah Tenggara G. Sombutang, Timur/Timur-Laut G. Tomajang. Disebelah belakang (Barat/B…
Suatu bencana alam telah terjadi di P. Siau dalam bulan februari sampai april 1974. Sebenarnya gempa bumi yang menimbulkan bencana tersebut, tetapi karena terjadi pula letusan gunung api Siau (nama setempat G. Karangetang) yang disertai dengan lelehan lava, penduduk menyangka bahwa bencana berhubungan erat dengan peletusan tersebut. Penduduk mengungsi karena gempa bumi kuat terus menerus terjad…
Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah pemeriksaan volkanologi terhadap kegiatan gunung Egon dan bila ternjata terdapat perobahan2 penting mengenai keadaan morpologi sekitar puntjak, akan diadakan djuga pemetaan topografi.
Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah pemeriksaan volkanologi terhadap kegiatan gunung Egon dan bila ternjata terdapat perobahan2 penting mengenai keadaan morpologi sekitar puntjak, akan diadakan djuga pemetaan topografi.
Oleh terdjadinja bentjana alam gompa bumi Flores bulan Maret 1961, menurut laporan2 jang diterima oleh Kepala Daerh Endah, maka dianggap perlu untuk memeriksa kawah Mutubusa di Caldera Sokoria. Mengingat gempa bumi tsb. tompo2 masih terulang lagi dan mengikuti pendapat umum dari penduduk sekitar Sokorin jang menitikberatkan bahwa gempa bumi itu akan menimbulkan meningkatnja kegiatan gunung api …
G. Lokon pada waktu ini berada dalam taraf kegiatan. Letusan-letusannya tergolong phrantik yang juga menyebabkan letusan magmatik ataupun sebaliknya. Erupsi uap air ini melemparkan bahan-bahan yang sudah berada didalam kawahnya dan mengingat sifatnya yang sekunder itu lebih sering terjadi setelah turun hujan selama musim hujan
Pada tanggal 28 April 1959, M. Pantouw mengirim radiogram yang berisi mengenai perkembangan G. Lokon dan G. Mahawu untuk tetap diperhatikan. G. Lokon selama 10 hari ini terus terjadi letusan selama 10 hari berturut turut. Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman rakyat karena jatuhnya abu
Kawah gunung lokon setelah letusan yang berakhir pada tanggal 28 November 1952 berada dalam keadaan tenang selama lebih kurang 5 tahun lamanya. dalam jangka waktu itu, kawah hanya seolah olah hanya sebagai mengaso saja. Mulai Februari 1958 gunung mulai mengadakan letusan-letusan seperti waktu tahun 1951 s/d tahun 1952
G. Inirie terletak di daerah Ngada disabelnh Selatan Kabupaten Badjawa. Oleh penduduk "INI RIE" diartikan "Ibu jang baik", rupa2-nja sedjak sekitar gunung tsb. didiami oleh penduduk, belum pernah gunung tsb. memperlihatkan amarahnja atau meletus, jang mana menjebabkan kerugian2 bagi penduduk dll. Kesuburan tanah disekitar gunung pun tjukup memuaskan.
G. Inirie terletak di daerah Ngada disabelnh Selatan Kabupaten Badjawa. Oleh penduduk "INI RIE" diartikan "Ibu jang baik", rupa2-nja sedjak sekitar gunung tsb. didiami oleh penduduk, belum pernah gunung tsb. memperlihatkan amarahnja atau meletus, jang mana menjebabkan kerugian2 bagi penduduk dll. Kesuburan tanah disekitar gunung pun tjukup memuaskan.