Gunungapi Bukit Daun merupakan salah satu gunungapi aktif tipe B, berada di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu. Sejak tahun 1600 erupsi terakhir gunungapi ini tidak diketahui. Aktifitas vulkanik yang masih berlangsung hingga saat ini hanya berupa bekas-bekas kawah yang dianatranya ada yang berdiameter 2 km, dan kawah dalam bentuk danau yang berada di puncakn…
Gunungapi Marapi merupakan satu dari tiga gunungapi aktif tipe A di Sumatera Barat yang dipantau menerus oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan G. Marapi dengan ketinggian 2.891 mdpl. Secara administratif Gunungapi Marapi masuk dalam wilayah Kabupaten AGam dan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Kawah di Puncak Marapi G. MArapi berupa lapangan solfatara dan …
Sebagai negara kepulauan, Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif utama memiliki 127 gunungapi katif yang membentuk busur gunungapi (bagian ring of fire) tersebar dari Pulau SUmatera, menyambung ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Halmahera, dan Sulawesi Utara. Jika terjadi erupsi, akan berpotensi menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya. Dalam upaya mitigas …
Gunungapi SInabung secara administratif teletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut. Gunungapi SInabung merupakan gunungapi tipe strato dan dalam klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia dikelompokkan sebagai gunungapi tipe B yang artinya sebelum 1600 minimal satu kali kejadian erupsi dan aktivitas vulkaniknya dicirikan oleh manifestasi…
Gunungapi SInabung merupakan gunungapi strato, masuk dalam Kabupaten AKro, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian puncaknya 2.460 meter dpl. G. Sinabung pada awalnya merupakan gunungapi tipe B karena tidak pernah tercatat adanya letusan sejak tahun 1600, namun pada tanggal 27 Agustus 2010 terjadinya erupsi freatik, sehingga statusnya G. SInabung diubah menjadi gunungapi tipe A pada tanggal 2…
Gunungapi SInabung merupakan gunungapi strato, masuk dalam Kabupaten AKro, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian puncaknya 2.460 meter dpl. G. Sinabung pada awalnya merupakan gunungapi tipe B karena tidak pernah tercatat adanya letusan sejak tahun 1600, namun pada tanggal 27 Agustus 2010 terjadinya erupsi freatik, sehingga statusnya G. SInabung diubah menjadi gunungapi tipe A pada tanggal 2…
Setelah beberapa kali letusan freatik G. Sinabung, dimulai pada tanggal 27 Agustus 2010, maka klasifikasi G. SInabung berubah dari tipe B, yaitu tidak terdapat catatan mengalami erupsi sejak tahun 1600, menjadi tipe A dan status aktivitas G. Sinabung langsung Awas (level IV). Setelah dimasukan dalam klasifikasi gunungapi tipe A, aktivitas vulkanik G. SInabung mulai dipantau secara kontinyu hing…
Setelah beberapa kali letusan freatik G. Sinabung, dimulai pada tanggal 27 Agustus 2010, maka klasifikasi G. SInabung berubah dari tipe B, yaitu tidak terdapat catatan mengalami erupsi sejak tahun 1600, menjadi tipe A dan status aktivitas G. Sinabung langsung Awas (level IV). Setelah dimasukan dalam klasifikasi gunungapi tipe A, aktivitas vulkanik G. SInabung mulai dipantau secara kontinyu hing…
Setelah beberapa kali letusan freatik G. Sinabung, dimulai pada tanggal 27 Agustus 2010, maka klasifikasi G. SInabung berubah dari tipe B, yaitu tidak terdapat catatan mengalami erupsi sejak tahun 1600, menjadi tipe A dan status aktivitas G. Sinabung langsung Awas (level IV). Setelah dimasukan dalam klasifikasi gunungapi tipe A, aktivitas vulkanik G. SInabung mulai dipantau secara kontinyu hing…
Setelah beberapa kali letusan freatik G. Sinabung, dimulai pada tanggal 27 Agustus 2010, maka klasifikasi G. SInabung berubah dari tipe B, yaitu tidak terdapat catatan mengalami erupsi sejak tahun 1600, menjadi tipe A dan status aktivitas G. Sinabung langsung Awas (level IV). Setelah dimasukan dalam klasifikasi gunungapi tipe A, aktivitas vulkanik G. SInabung mulai dipantau secara kontinyu hing…