Pemeriksaan kawah G. Tangkuban Prahu dilakukan oleh 3 orang, yaitu : Sdr. Nasum, Atjip. serta Daan Suherman. Beliau bertiga berangkat dari Bandung dengan kendaraan Dinas Jeep D. 1085. Pada tgl 13 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Ratu dan Upas sedangkan pada tgl 14 April 1963 dilakukan pemeriksaan kawah Domas dan Ratu.
The present work contains appendixes to the report of party No. 2. It comprises tables to reserve calculation, tables of check analyses and their interpretation, as well as the data concerning test water pumping's in Telaga Bodas Sulphur deposit.
Setelah diadakan pemeriksaan disekitar puntjak pada hari tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa G.Galunggung menundjukkan kenaikan tingkat bekerdja apabila dibandingkan dengan satu tahun jang lampau.
After the mapping done by the Topographical Survey in 1879, no other survey of the crater was made although it was known that sinde then the crater has changed its eruptive phase several times. It was decided in February 1921, that a new survey of the crater would be done for the purpose of knowing any changes and for putting down the topography of the present stage (see plate I).
Komplek gunung Guntur ini terdiri dari beberapa puncak kerucut, Kerucut yang tertinggi diantaranyn puncak Gunung Masigit, 2249 meter diatas muka laut, gunung Agung, 2170 meter diatas muka laut terdapat disebelah timurlaut gunung Masigit.
Longsoran lava dan awan panas meluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Endapan longsorang dan Ladu terdapat pada lembah S. Batang, S. Bebeng, S. Blongkeng dan sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas. Hujan abu bercampur dengan pasir halus yang mempunyai ketebalan antara 3 s/d. 4 mm. mempunyai luas kurang lebih 53.125.000 m2.
Setelah terjadi letusan2 G.Semeru tetap giat dengan terus menerusnja membentuk sumbat lava jang tambah besar dan tambah tinggi, begitu pula guguran2 lava jang keluar dari sekitar aliran lava selalu meluntjur ke Bs. Semut dan Tjurah Lengkeng tak pernah berhenti. Maka tibalah saatnja untuk pemeriksaan puntjak tahun 1962.
Dari bulan Juni sampai dengan bulan Desember 1972 tercatat beberapa kali genpa volkanik. Sehingga dianggap sangat perlu melanjutkan pekerjaan diatas sepanjang tahun 1973. Untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dari gempa diatas.
Pelaksanaan pekerdjaan ini sesuai dengan tugas jang diberikan oleh Kepala Urusan Vulkanologi, jaitu pemindahan pesawat gempa elektromaknetik di Bojolali, serta kalibrasi pesawat2 gempa lainnja disekitar G.Merapi dan G.Kelut.
Pada bulan Djuni 1961 dari Djawatan Goologi Uru-san Volkanologi dilantjarkan pomorikanan kopuntjak Mo-hamoru Kawah Djonggring Soloko dan penulis borkonan mo-ngikuti rombongan okupodisi jang dipimpin oloh Sdr. A. Djajawinangun (Pangetur Toknik tk.I) diikuti oleh Sdr. I. Soomrja (Djuru Toknik tk.I), Sdr. Bilal (Pongamat Toknik Goologi) Sdr. Keann den Sdr. Sohab masing2 po-kordja Pos U.V. dan 8 or…