Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
Dalam mengetahui situasi Komplek G.Dieng selama Januari - November 1994 ini, dilakukan evaluasi kegiatan vulkanik dataran tinggi Dieng selama waktu tersebut. ditinjau dari pengamatan visual, pemeriksaan kawah/lapangan fumarola serta kegempaan.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di Indonesia, maka dilakukan studi kaitan komposisi kimia gas dan emisi gas SO2 dengan aktifitas Gunung Merapi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara komposisi gas dan emisi gas SO2 dengan aktivitas Gunung Merapi.
Pada triwulan tiga tahun 1993 - 1994 ini, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan "Survai Lokasi Di Barat-Baratdaya Gunung Merapi". Pemeriksaan meliputi K.Bjongkeng, K.Bebeng, K.Krasak, K. Bedog, dan K. Boyong, dan Penelitian tersebut dititikberatkan pada volume endapan awan panas dan volume kosong dari hulu sungai - sungai tersebut diatas.
Maksud pemetaan situasi adalah melakukan serangkaian pengukuran dengan tujuan mendapatkan peta situasi topografi puncak sehingga dapat memberikan informasi situasi puncak saat ini dengan harapan dapat menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna pengamatan & peramalan suatu letusan dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Deformasi sebagai salah satu metode monitoring yang diterapkan di G.Merapi, dituntut untuk bisa memberikan data secara teratur dan menerus agar bisa memberikan masukan untuk interpretasi aktivitas G. Merapi secara lebih baik.
Pada September 1992. Dr. Barry Voight dan Kirby Young dari Penn State University, Amerika Serikat membawa sistem monitoring kegempaan yang baru ke Merapi. Sistem ini disebut RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) Sebagai alat monitoring yang relatif baru, RSAM tidak dimaksudkan mengganti sistem pengamatan seismik konvensional yang selama ini sudah dikenal tetapi RSAM dapat merupakan pel…
Dalam mengetahui aktivitas G.Merapi, terutama setelah akifitas G.Merapi dari siap menjadi waspada, maka pada bulan Maret 1995 diadakan penyelidikan dan pengamatan, terutama untuk mengikuti perkembangan kegempaan yang masih berlangsung pada bulan ini.