Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menetukan komposisi kimia gas yang dilepaskan dari lubang vulkanik kedua gunungapi tersebut, yang secara langsung atau tak langsung merupakan pencerminan dari kandungan unsur - unsur volatil yang dilepaskan magma.
Misi kerja ini memungkinkan untuk membuat sintesa tentang keadaan stasiun - stasiun deformasi, yang memungkinkan berlangsungnya beberapa diskusi teknik yang kaya dengan CSN yang baru.
Dalam menginventarisir jalur objek wisata ini tahap pertama diperlukan studi kepustakaan dari aspek geologi/kegunungapian, keindahan alam serta aspek penunjang lainnya seperti kebudayaan, sosial, sejarah, antropologi, dan lain - lain. Selanjutnya perlu melakukan penelitian langsung ke lapangan meninjau situasi tempat - tempat yang potensil untuk pengembangan keparawisataan.
Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1997 - 1998 membuat dokumentasi G. Arjuno Welirang yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan selama 15 hari kerja dengan menggunakan Pos Pengamat G. Arjuno Welirang di Desa Sukoreno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasurua sebagai pangkalan kerja.
Tujuan dengan dibuatnya peta kawasan rawan bencana gunungapi adalah diharapkan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi peningkatan aktifitas gunungapi disekitar Kawah Karaha akan memudahkan bagi penduduk dan pemerintah daerah untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan dengan berpedoman kepada peta kawasan rawan bencana gunungapi, sehingga dapat meminimalkan jumlah korban yang diakibatkan…
Pemetaan di Gunungapi Perbakti dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Perbakti, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detail tataruang daerah disekitar Gunungapi Perbakti di Jawa Barat.
Penyelidikan geokimia berdasarkan komposisi gas vulkanik yang dilepaskan dari vent vulkanik secara terus menerus diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan Gunung Merapi secara dini, sehingga tingkat kegiatan dapat diinformasikan kepada pemerintah terkait dan penduduk secara dini pula.
Informasi datangnya ancaman bahaya G.Merapi yang cepat dan mudah dimengerti oleh penduduk sekitar G. Merapi adalah penggunaan sirine. Disamping itu juga, Tim mengadakan pengecekan dan pemeliharaan sejumlah alat sensor lahar di sepanjang K.Boyong dan K. Bebeng dan penakar hujan yang ada lereng G.Merapi
Aktivitas G.Merapi didominasi oleh gempa guguran walaupun pada saat sekarang sudah mulai menurun baik jumlah maupun energinya. Dilihat dari gempa MP maka bulan Januari 1996 ini mulai terlihat adanya penurunan energi, demikian pula bila kita anggap MP adalah indikasi adanya pertumbuhan kubah lava, maka dari visualpun kubah tidak mengalami pertumbuhan yang begitu cepat.