Gunung Merapi merupakan salah satu Gunungapi paling aktif di Indonesia yang dipantau secara terus menerus menggunakan berbagai metoda pemantauan karena mempunyai derajat bahaya yang tinggi.
Pada triwulan ketiga tahun anggaran 1993 - 1994, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan sampling batuan untuk kelengkapan data petrologi/geokimia batuan G.Merapi, khususnya pada jenjang selatan
Kelompok Kerja Seismik/Magnetik pada kesempatan ini mencoba menganalisa pengaruh gempa bumi (gempa tektonik) terhadap aktivitas gunungapi Merapi. Mekanisme gempa tektonik karena perubahan posisi massa batuan di dalam kerak bumi secara serentak. Dengan perubahan posisi massa batuan itu apakah dapat mempengaruhi aktivitas gunung (Merapi) atau tidak.
Penyelidikan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik, sampai saat ini merupakan metoda yang dapat dianggap paling tua, fundamental, dan terampuh daripada metoda lain. Peralatan, baik software maupun hardwarenya yang digunakan untuk metoda ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Dalam rangka memonitor kegiatan G. Raung, secara kontinyu dilakukan pengamatan kegempaannya dari pos G. Raung . Rambat gelombang gempa akibat adanya magma naik yang menyebabkan retakan - retakan pada batuan yang dilewati, dicatat dalam bentuk grafik yang menunjukkan besar & kecilnya aktivitas dari dalam gunungapi tersebut.
Dalam rangka program penelitian terpadu yang dilakukan oleh Subdirektorat Analisa Gunungapi, telah dilakukan pengukuran parameter - parameter geofisika yaitu gravity, geomaknit, ungkit dan SP (Self Potential). Lokasi pengukuran adalah di G.Raung. Pada waktu yang bersamaan dilakukan pula pengecekan posisi beberapa titik pengukuran pada lintasan yang dilakukan oleh team dengan menggunakan Penerim…
Penyelidikan dilakukan untuk menganalisa unsur - unsur kimia yang terkandung di dalam gas yang dihasilkan (dikeluarkan) oleh Gunung Ijen tersebut. Dari hasil analisa contoh gas tersebut diharap dapat membantu dalam perkiraan (peramalan) letusan gunungapi (khususnya Kawah Ijen).
Penelitian petrokimia Gunungapi Gede adalah untuk mengetahui variasi komposisi kimia, mineralogi dari batuan yang dierupsikan oleh gunung tersebut baik yang dierupsikan dalam waktu sejarah maupun yang tidak tercatat dalam sejarah.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Sub Direktorat Vulkanologi. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Dalam memantau aktivitas G.Ciremai secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetry yang menempatkan seismometernya pada arah Timurlaut dari puncak G.Ciremai, tepatnya di bukit Nininala pada ketinggian kurang lebih 1060 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G.Ciremai di desa Sampora, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan lk. 4,5 km dari puncak G. Ciremai.