The publication of this volume marks amilestone for the series .as part of the preamble to the first volume ,published just over 25 years ago ,my predecessor and founding editor of the series ,gerry govett ,listed the titles of the volumes he envisaged in the the series .these would build a comprehencive set of handbooks cevering the various operation technique used in exploration geochemistry …
Komplek G. Arjuno - Welirang adalah gunungapi tipe A yang mempunyai beberapa kerucut di puncak. Kerucut-kerucut ini terbentuk karena adanya perpindahan titik letusan yang terletak dalam satu garis lurus berarah Tenggara-Barat laut. Kelurusan ini merupakan sesar normal memanjang. G. Arjuno Welirang mempunyai banyak kawah.
A seanse of historical perspective helps us to appreciate current challenges and to anticipate future ones.many modern environmental problems ,such as acid rain and graundwater pollution ,have come upon us very recently .others ,such as the hazards posed by earthquakes ,volcanoes ,and landslides ,have always been with us.
Dari 129 gunungapi aktif di Indonesia (Tipe A, B, dan C) terdapat 79 gunungapi tipe-A dan 65 buah gunungapi Tipe-A yang dipantau secara kontinyu, satu diantaranya adalah G. Galunggung yang terletak di Kab, Tasikmalaya dan Kab. Garut, Propinsi Jawa Barat. G. Galunggung terakhir meletus pada 5 April 1982 - 19 Mei 1983, merupakan fase letusan yang menghancurkan 80% kubah lava Gunung Jati.
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan atas karunianya buku Statistik Pertambangan dan Energi tahun 1998/1999 telah adpat di seleasikkan
Erupsi G. Kelud tecatatn sejak tahun 1000 akan tetapi tidak ada catatan deskriptif sampai tahun 1133. Perioda erupsi dari abad ke 14 sampai 19 berkisaran dari 60 sampai 75 (Kusmadinata, 1979). Setelah itu,pada abad ke 20, G. Kelud mengalami erupsi pendek selama 5 kali namun sangat kuat dan mematikan dengan perioda erupsi dari 13 sampai 30 tahun.
Secara geografis gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro.
Aktivitas Pegunungan Dieng mempunyai sejarah yang panjang. Berdasarkan stratigrafinya perkembangan vulkanise G. Dieng dibagi menjadi tiga episode kegiatan vulkanisme (Sukhyar, 1994). Dari ke tiga episode kegiata vulkanisme tersebut pada saat ini telah terbentuk banyak kawah (cone) serta lapangan solfatara dan fumarola di area komplek G. Dieng.