Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan penelitian para ahli, diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi yang pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan peneliti para ahli diketahui bahwa gunungapi terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif, yang jumlahnya mencapai 129 buah atau lebih kurang 13% seluruh gunungapi di dunia, dan tidak me…
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukti yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan penelitian para ahli, diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
G. Kelut (1731 m dml) yang terletak di atas dataran Kediri (1650 m dml), merupakan salah satu gunungapi aktif Tipe A yang berada di wilayah padat penduduk, berbentuk strato, di bagian puncaknya terdapat danau kawah pada ketinggian 1113,9 m dml. G. Kelut berada pada wilayah administratif Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Propinsi Jawa Timur.
Di Indonesia terdapat 129 gunungapi aktif, 63 di antaranya mempunyai danau kawah dan kaldera. Salah satu di antaranya adalah G. Ijen yang terletak di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Titik terdalam danau Kawah Ijen pada tahun 1925 adalah 198 m, sedangkan pada tahun 1938 kedalamannya hanya sekitar 100 m.
Komplek gunungapi Galunggung memilki potensi obyek dan daya tarik wisata alam yang merupakan salah satu tujuan wisata di Tasikmalaya khususnya, Jawa Barat pada umumnya, serta dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara. Gunung Galunggung merupakan suatu komplek gunungapi di Jawa Barat yang terletak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.