Penyelidikan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas Seksi Batumulia dalam eksplorasi dan inventarisasi sumber daya mineral. Lokasi penyelidikan dipilih berdasarkan Peta Geologi Lembar Padangsidempuan dan Sibolga (1982), khususnya pada satuan batuan Serpentinit Huraba yang terdiri atas serpentinit, peridotit, dan piroksenit, yang diduga berasosiasi dengan mineral jadeit. Selain itu, penyelid…
Penyelidikan lanjutan ini dilakukan pada daerah Sungailasi (Kabupaten Solok) dan Tanjunglolo (Kabupaten Sawahlunto–Sijunjung) sebagai tindak lanjut hasil penyelidikan tahun anggaran 1989/1990, dengan luas wilayah sekitar 90 km². Di Sungailasi dijumpai bahan galian berupa granit, granodiorit, andesit, dan pasir dengan jumlah cukup melimpah serta berpotensi untuk ditindaklanjuti berdasarkan ha…
Kegiatan penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi merupakan tugas utama dari Pusat Sumber Daya Mienral, Batubara, dan Panas Bumi - Badan Geologi. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun angaran, untuk mengungkap potensi sumber daya geologi yang meliputi mineral, batubara, dan panas bumi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meni…
Kegiatan penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi merupakan tugas utama dari Pusat Sumber Daya Mienral, Batubara, dan Panas Bumi - Badan Geologi. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun angaran, untuk mengungkap potensi sumber daya geologi yang meliputi mineral, batubara, dan panas bumi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meni…
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 658 m dari permukaan laut. Posisi geografis 120° 52' 17" BT dan 4° 31' 30" LS. Meru-pakan salah satu pulau di Laut Banda. Gunungapi tersebut mempunyai tiga buah kawah yang terletak di puncak. G. Banda Api termasuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi ters…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2280/P/85 dan No.2281/P/85 penulis dengan Sdr.Usman Baharmin petugas dari G. Kelimutu ditugaskan untuk melakukan Pengamatan dan Penyelidikan Seismik G. Sangeangapi. Tinggi G. Sangeangapi Doroapi 1949 m. Doro Mantoi 1795 m, tinggi diatas dasar laut. Tipe gunungapi strato kembar. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan, 1.19°03,5 Bujur Timur. Terleta…
Sebenarnya mengenai akan lahirnya G. Hobal ini telah diperkirakan oleh Petroeschevsky (1948). Pada waktu penyelidikan tersebut, dia melihat bualan-bualan air (seperti air mendidih) di laut dekat Ili Gripe. Dalam bahasa daerah setempat "Hobal" berarti timbul, penamaan ini juga didasarkan karena letaknya di dekat pantai Hobal (Tanjung Paugora).
Gunung Rinjani adalah gunungapi aktip. Termasuk dalam tipe strato dengan kaldera yang berdanau. Merupakan gunungapi paling tinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci terletak dalam wilayah Nesatenggara Barat (P.Lombok). Secara geografis terletak pada garis 116°15'-116°35' BT dan 8°108040 dengan ketinggian 3726 meter dari muka laut dan danau kaldera 1998 meter.