Laporan ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan seismik dan geomagnet di G.Merapi. Adapun tugas yang dilaksanakan adalah pemasangan regulator pada seismograf Klatakan, perekaman signal seismik dari stasiun seismograf RTS Klatakan, perbaikan stasiun geomagnet Lempong, dan perbaikan stasiun geomagnet Cemoro.
Bulan April 1990, tim Cospec Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta, melakukan pengukuran kecepatan emisi gas S02 disekitar gunung Merapi dengan alat Cospec V. Adapun lokasi pengukuran adalah di daerah Jurang Jero dan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahan galian di wilayah Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, khususnya endapan emas aluvial dan emas primer dalam urat kuarsa. Selain emas, kajian juga mencakup potensi bijih besi dan wilayah Geopark Merangin. Penelitian dilaksanakan oleh Tim Peneliti Merangin, Badan Geologi, dengan dukungan p…
Pengamatan visual di daerah puncak G. Merapi pada umumnya menunjukkan keadaan yang tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Keadaan morfologi Kawah Gendol, Kawah Woro, Lereng utara, Geger buaya dan beberapa lokasi lainnya tidak mengalami perubahan menyolok.
Peta daerah gunungapi merupakan salah satu bahan yang dipergunakan untuk penanggulangan bahaya, karena di dalamnya telah diterangkan hasil berbagai metoda kegunungapian tentang penyebaran dan jenis bahaya yang mungkin timbul oleh kegiatan gunung api tersebut.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi prospek dan optimalisasi bahan galian di Kabupaten Mandailing Natal sebagai dasar penetapan wilayah pertambangan yang berkelanjutan. Kajian dilakukan terhadap berbagai komoditas dengan mempertimbangkan aspek potensi, kondisi geologi, infrastruktur, serta lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara, emas aluvial, dan batuan peridotit tidak prospe…
Dalam rangka persiapan penyuluhan kegunungapian ulangan di daerah G.Kelut telah dipersiapkan satu tim yang waktu penyelenggaraannya sedang dikoordinasikan dengan Pihak Pemerintah Daerah Tk. II oleh "Scientist in charge" yang bertugas di Pos Pengawasan G.Kelut - Margomulyo.
Gunung Kelut (+ 1731 m) yang terletak di wilayah Blitar dan Kediri merupakan salah satu gunung api yang aktif di Indonesia. Pada 10 Februari 1990 gunung ini kembali meletus dan memuntahkan batuan piroklastik ke sekitarnya (Laporan letusan Gunung Kelut 10 Februari 1990). Salah satu akibat letusan ini adalah rusaknya jalan untuk pencapaian kawah yang biasa di pergunakan selama ini, sehingga jalan…
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.
G.Kelut terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian + 1713m diatas permukaan laut. Aktivitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sejak tahun 1900 waktu istirahat berselang antara 15 - 32 tahun. Sejak tahun 1000 - sekarang terjadi 31 kali letusan dimana pada tahun 1920 terjadi pembentukan sumbat lava.