Gunung Sangeang merupakan dua buah kerutjut gunungapi, jang terdjadi didalam sebuah kaldera tua, jang pinggiranja masih tampak sebelah barat dan utara. Peristiwa letusan katastrofaal pembentukan kaldera tersebut telah lama sekali terdjadi, sehingga tidak pernah disaksikan oleh manusia. Setelah itu terdjadi lagi kegiatan2 baru jang sifatnja membangun kembali gunung jang terpant jung karena seba…
Berisi foto-foto G.Soputan-Aeseput tahun 1954
Sesuai informasi dari Direktorat Vulkanologi. sampai menjelang akhir September 1980 Gunung api Karangetang masih terus dalam keadaan bekerja, belum mereda karenanya tingkat kewaspadaan tinggi aparatur pemerintah daerah yang sudah ada itu untuk sementara waktu masih tetap perlu
Pada tgl. 22/2-1963 diterima berite, balsa G. Agung meletus. Diminta perhatian periatian dari Volkanologi. Τgl. 23/2-163 a/d. 26/2-63 perdjalanan 26/2-63 perdjalanan dari Bandung - Bali/Karangasem Tgl. 27/2-163 mai mengadakan penindjauan dan mentjari tempat untuk Pos Pengamatan. Se-kurang2nja diperlukan 3 tempat pos pengantan disekitar G. Agung.
During the months of January and February the activities which start ed since March 1974 still continued. A minor ash eruptions took place once. Thick bluish white ash column was discharged with moderated pressure until some 500 meters above the orator
Di daerah Sulawesi Utara terdapat deretan gunung api yang masih aktif, deretan tersebut masing-masing gunung api awu, Benua Wuhu, Api Siau, Ruang, Tongkoko, Mahawu, Lokon, Seputan dan Ambang. G. Lokon termasuk salah satu gunung api yang paling aktif saat ini di kawasan Sulawesi Utara. Peninjauan ini bertujuan untuk melengkapi peta bahaya G. Lokon memetakan topografi bagian puncak dan menghitung…
The shape of the Agung-volcano - as a "rain-catcher" itself - showed how regularly the rains were pouring down in the surroundings of its summit depending upon the wind direction. Initially the wind was blowing from the East, then it gradually changed into a mix-direction before it kept its steady direction from the West. Owing to the topography of the volcano the first lahars set into motion b…
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari
Dalam rangka pemeriksaan G. Matalelu pada bulan April 1076, Sdr. Rivai Chaniago B.Sc dan penulis sempat mengadakan peninjauan ke G. Colo di pulau Una Una, selama 4 hari. P. Una Una terletak pada posisi geografi 121 derajat 36 menit Bujur Timur dan 0 derajat 10 menit Lintang Selatan, yaitu di teluk Tomini, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Pencapaiannya dari Poso menggunakan perahu motor, yang da…