Di Jawa sedikit gunungapi yang mempunyai bentuk yang sama baiknya dengan Sendoro. Melihat Slamet yang agak kurang teratur, Sendoro menunjukkan pada ketinggian lebih dari 1500 m bentuk kerucut yang terpancung murni dan teratur.
Pengukuran topografi dilakukan sesuai dengan SPPJ No 279/P/81 tanggal 9-5-81 maksudnya untuk menetapkan kedudukan lokasi tilting dengan titik tetap, dimana satuan koordinatnya dengan sistim polyder, lokasi yang diukur di daerah G.Tangkubanparahu Lembang, pekerjaan dilaksanakan antara 9 s/d tanggal 23 Mei 1981.
Salah satu hasil sampingan (sekunder) letusan G. Ga-lunggung ialah lahar. Lahar yang dimaksud ialah hasil transportasi bahan-bahan yang berasal dari endapan awan-panas (ladu), endapan jatuhan (air-fall deposits) dan ba-han yang ada sebelumnya, seperti bongkah andesit lepas, kayu dsb, diangkut oleh air hujan atau air permukaan dalam bentuk arus pekat ketempat yang lebih rendah atau menye-leweng …
Peninjauan dari Kawah Ijen telah dilangsungkan secara teratur. Hasil peninjauan itu telah digambarkan secara grafis. Apabila dibandingkan dengan tahun 1922, maka terlihat bahwa garis pembacaan skala ukuran dalam tahun 1923 menunjukan suatu perkembangan yang lain sama sekali daripada dalam tahun 1922.
Baru sedikit contoh bahan letusan G. Galunggung yang diperiksa dan terutama hanya susunan mineralnya, sehingga tulisan ini dibuat dengan mengambil banyak bahan sekunder yang berasal dari hasil penelitian Baak (1948, 1949) ngenai penyebaran abu vulkanik, susunan mineral dan kimianya, selain dari buku-buku dan catatan-catatan dalam surat kabar Kompas.
Sejak tahun 1822 G. Galunggung riwayatnya baru dapat tercatat agak jelas kegiatannya, karena ada letusan besar pada tahun tersebut dengan mengelu-arkan awan panas dan aliran lahar, hingga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4011 orang. Kejadian tersebut adalah 160 tahun yang lampau, dimana dapat diperkirakan bahwa penghuni di sekitar gunung tersebut masih termasuk ja-rang sekali, tetapi telah jatu…
Penyebaran produk komplek G. Bromo Tengger ini meliputi empat daerah Kabupaten yaitu, Kab. Pasuruan di Utara, Kab. Probolinggo di bagian Timur, Kab. Lumajang di Selatan dan Kabupaten Malang di bagian Barat G. Bromo sendiri terletak pada posisi geografis 7°56' Lintang Selatan dan 112° 57 Bujur Timur.
G. Slamet memiliki kawah berpenampang 1k 450 m, terletak di bagian barat daya puncaknya. Sebelah utara dan timurlaut sumurkawahnya terdapat da-taran pasir dan pematang kawah tua, ini menunjukkan, bahwa titikletusan dalam masa lampau terdapat di tempat lain.
Pada uraian berikut akan dibahas sifat gelombang tremor vul-kanik secara semi-kwantitatif untuk mengetahui hubungan antara sebab, proses dan pengamatannya. Cara semi-kwantitatif dipilih supaya permasalahan tidak menjadi kompleks dan terlalu matematis.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebaran pro-duk gunung ini baik secara vertikal maupun lateral yang di-dasarkan pada analisa potret dan citra landsat, yang nantinya diharapkan dapat untuk membantu disiplin kerja lainnya di ling-kungan Dit. Vulkanologi.