Sehubungan dengan aktifitas G. Raung pada 21 Juni 2015, kembali terjadi peningkatan, ditandai dengan letusan abu dan lontaran material pijar di kawah/puncak serta terekamnnya Gempa Tremor dengan amplituda maksimum yang terus meingkat secara signifikan, sehingga tingkat aktivitas G, Raung terhitung tanggal 29 Juni 2015, dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Gunungapi Slamet termasuk gunungapi tipe strato, merupakan gunungapi kedua paling tinggi di Pulau Jawa setelah G, Semeru. Bentu lerengnya teratur kecuali di bagian lereng barat laut dan barat daya. Sejarah letusan G. Slamet mulai tercatat oada tahun 1772 dan termasuk gunungapi yang meletus melalui beberapa lubang letusan di dalam Kawah IV.
Gunungapi Raung terletak dalam wilayah Kabupaten Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. G. Raung adalah gunungapi strato dan digolongkan dalam tipe A, karena dalam catatan sejarah letusannya pada umumnya bersifat ekplosif, menghasilkan abu dan batuan yang dilontarkan ke udara dan awan panas menyelimutik sebagian tubuh gunungapi ini.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato. Aktivitas vulkanik G. papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik kendati tidak diakhiri dengan terjadi letusan. Peningkatan aktivitas G. papandayan, hingga status dinaikkan menjadi Level siaga pada bulan mei 2013.
Gunungapi Bromo secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggi, Provinsi Jawa Timur. Pada November 1010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikkan dari waspada menjadi siaga. Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada 23 November 2010 dinaikkan lagi dari siaga menjadi awas.
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi aktif tipe A yang terletak di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah tenggara Bandung. Dalam waktu sejarah sejak 1690 hingga 1847 tercatat tidak kurang dari 22 kali letusan. Letusanterakhir terjadi pada tanggal 16 dan17 Desember 1847 berupa letusan gas dan abu dengan suara dahsyat, sebaran abunya mencapai daerah Cianjur.
Sehubungan dengan hasil evaluasi aktifitas G. Papandayan yang masih berstatus waspada hilngga pada bulan Nopember 2015. Untuk hal tersebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi perlu menyelenggarakan sosiaslisasi/penyuluhan kebencanaan geolohi kepada pemerintah daerah dan masyarakat, antara lain tentang mitigas dan aktifitas saat ini.
Secara administratif G. Kelud terletak pada tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang Propinsi Jawa Timur. Gunung Kelud (1731 m dpl) merupakan salah satu gunungapi strtao aktif tipe A yang berada di wilayah pada penduduk. menurut catatan sejarahnya kegiatan, erupsi G. Kelud telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.
Kompleks kaldera ijen memiliki luas sekitar 210 km (18 km x 15 km) EW-NS. Gunungapi Raung merupakan gunungapi strato disisi sebela barat dari kaldera Ijen biasanya tidak dianggap bagian dari komplek kaldera. Di dalam komplek kaldera terdapat lebih dari 15 kerucut vulkanik. Gunungapi Ijen atau kawah Ijen terletak dalam komplek kaldera ijen.
Secara administratif G. Kelud termasuk dalam wilayah administratif yaitu Kabuoaten Kediri, Blitas, dan Malang, Propinsi Jawa Timur. Gunung Kelud (1731 m dpl) merupakan salah satu gunungapi strato aktif Tipe A yang berada di wilayah pada penduduk. Menurut catatan sejarah kegiatannya, erupsi G. Kelud telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.