Dalam tahun anggaran 1982/1983, Seksi Penginderaan Jauh Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, akan melaksanakan pengecekan data geologi Gunung Salak, Jawa Barat berdasarkan tafsiran cira landsat dan potret udara.
Pengamatan visual sering terganggu cuaca, Pos dan sekitarnya terutama puncak G.Slamet sering tertutup kabut. Sedangkan pengamatan seismik dilakukan selama Desember 1985 sampai Maret 1986 kegiatan gempa G. Slamet sangat sedikit, yaitu Desember 1985 1x gempa Vulkanik type B, Januari, Februari, dan Maret nihil.
Maksud dan tujuannya yakni bahwa kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pengykuran suhu Ranu - Ranu di sekitar Gunung Lamongan serta pengamatan visual dan pengukuran suhu solfatara Gunung Bromo untuk mendapatkan data kegiatan Gunung Bromo dibandingkan dengan sebelumnya.
G. Lamongan terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur dan meliputi wilayah Kab. Lumajang dan Probolinggo.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
Pengamatan dan penyelidikan seismik G.Galunggung dilakukan dalam rangka kelanjutan pelaksanaan tugas Triwulan II Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1985/1986 wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat.
Pengukuran dimulai dari jalan simpang tiga menuju Kokoncong yang letaknya di Kp. Cisemplo (ialah dai patok lama hasil pengukuran terdahulu) adapun yang diukur ialah: S.Cikasasah, Susukangede, S.Cisaruni, dan Irigasi Cikunten.
G.Bromo menunjukkan kegiatan yang benar - benar tenang. Sedangkan pemeriksaan Mei 1984 melaporkan bahwa letusan - letusan terjadi dari 12 s/d 31 Mei. Abu yang dihasilkan oleh letusan tersebut terendap di sekitar kawah. Di bibir kawah setebal lk 1 m.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu di puncak G.Merapi dimakudkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tingkat kegiatan G.Merapi akhir akhir ini, yang tampak secara visual di puncak. Khususnya letusan 15 Juni 1984.
Penanaman kabel bawah tanah ini dilakukan untuk seismograf jaringan tripartit menggantikan kabel yang lama dan memindahkan transduser ke tempat yang baru yang diperkirakan jauh dari gangguan setempat.