G. Papandayan merupakan kerucut paling selatan dari deretan gunungapi priangan selatan, jawa barat, terletak di sebelah selatan G. Guntur dan keduanya merupakan gunungapi tipe A yang paling berdekatan letaknya satu sama lain di Jawa Barat. G. Papandayan termasuk gunungapi strato, berbentuk kerucut terpancung, dibangun oleh pergantian pelapisan aliran lava dan aliran bahan lepas
gunungapi sundoro yang mempunyai kerucut sempurna, bila dipandang dari segala arah bentuknya simetris, sejak 1906 tidak mengadakan kegiatan vulkanik walaupun sering terjadi peningkatan kegempaan vulkaniknya tetapi tidak disertai letusan. Dilain pihak pemukiman di daerah bahaya semakin padat karena pengembangan lahan perkebunan yang hampir mencapai 70 % dari tubuh gunungapi tersebut.
Gunung semeru terletak diantara dataran Malang-Bangil dan Lumajang-Probolinggo, dimana terdapat deretan gunungapi yang timbul diatas celah melintang dan memanjang dari Utara ke selatan. Deretan tersebut dapat dibagi dalam tiga satuan morfologi, yaitu pegunungan tengger, gunungapi Jambangan dan gunungapi semeru.
Gunung kelut merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A (van bemmelen, 1949), gunung kelut juga merupakan salah satu gunungapi yang mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air lebih kurang 2,5 juta meter kubik (direktorat vulkanologi, 1990).
Gunung guntur merupakan salah satu gunungapi aktif yang termasuk kedalam tipe A yang berada di indonesia, secara administratif terletak di wilayah kabupaten Garut,Propinsi Jawa Barat dengan puncak tertinggi 2249 m dpl. Gunungapi ini dibangun oleh hasil erupsi eksplosif dan efusif masa lampau yang berupa bom vulkanik, lapili, pasir hingga abu, endapan awan panas serta leleran lava.
Sejarah kegiatan G. Guntur menunjukkan bahwa letusan besar magmatik terkahir yang mengahasilkan aliran lava terjadi pada 1840, sedangkan letusan berikutnya yaitu pada 1841, 1843 dan 1847 hanya disebutkan letusan sangat besar namun tidak dilaporkan adanya aliran lava. Jadi sejak 1840 hingga 2003 gunungapi ini telah mengalami masa istirahat selama 163 tahun yang berarti telah mencapai lebih dari …
Gunungapi guntur termasuk gunungapi strato, bukan merupakan kerucut tunggal (monokonida) melainkan terdiri dari beberapa puncak (kerucut polikonida) diantaranya adalah: G. Guntur, G. putri, G. Agung, G.Picung, G. Kabuyutan, G. Parupuyan, Sangiang buruan dan G. Masigit. Jenis endapan yang merupakan produk erupsi gunungapi guntur ini dapat berupa bahan galian yang potensial untuk digunakan sebaga…
indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang mempunyai begitu banyak gunungapi aktif di dunia, dengan jumlah mencapai 129 buah yang dibagi ke dalam tipe A, B dan C. Oleh karena itu perlu adanya penanganan yang serius baik untuk mengantisipasi apabila terjadi letusan maupun penanganan dalam rangka pemanfaatan sumber daya alamnya untuk kepentingan ekonomi
Dalam rangka penginventarisasian sumberdaya gunungapi yang ada diseluruh wilayah Indonesia, maka perlu dilakukan berbagai penyelidikan, terutama penyelidikan yang berhubungan dengan pengumpulan data tentang seluruh sumberdaya gunungapi yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Salah satu penyelidikan yang akan dilakukan adalah inventarisasi sumberdaya air gunungapi slamet.
Perkembangan wilayah di sekitar G. Slamet, terutama daerah Purwokerto,Purbalingga,Pemalang dan Tegal, sebagai pusat pengembangan wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan Utara yang tumbuh dengan pesat. Hal ini karena adanya sarana pelabuhan laut di daerah selatan dan perkembangan aktifitas kelutan/perikanan di bagian utara pantai jawa; sementara kegiatan pariwisatanya yang ditunjang dengan adanya…