Erupsi G. Gamalama umumnya mempunyai tanda-tanda yang mengawali letusan (precursor) sangat singkat. Kemunculan gempa-gempa vulkanik tidak banyak namun dapat diikuti oleh letusan yang bersifat freatik-freatomagmatik. Kemunculan gempa-gempa vulkanik umumnya diawali oleh aktivitas tektonik regional dan diikuti oleh kejadian gempa-gempa Tektonik lokal. Karakteristik ini juga teramati pada letusan G…
G. Dukono termasuk gunungapi tipe A dalam klasifikasi gunungapi di Indonesia, merupakan salah satu gunungapi aktif dengan beberapa kawahnya menunjukan aktivitas berupa tembusan solfatara/fumarola di permukaan yang disertai terjadinya gempa vulkanik lainnya. Secara administrative gunungapi Dukono termasuk dalam Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dengan posisi geografi terletak pada…
Krakatau's eruptive activity reawakened as sub marine on December 29 1927, and after several brief or longer cyclus of erosion and denudation the volcano finally rose above sea level definetly between Augst 11 and September 10. 1930 as Anak Krakatau IV.
The lamongan is not known by big destroying catastrophes such as the Tambora and Krakatau, but as far as the news reach us, he is however one of the most active volcanoes on Jawa.
Secara fisiografi, Pegunungan Dieng menempati Zona Pegunungan Serayu Uta- ra di bagian timur, merupakan rangkaian dengan Pegunungan Jembangan yang terletak di sebelah utara daerah Karangkobar. Pegunungan tersebut dibangun oleh tubuh-tubuh gunungapi yang terbentuk dalam zaman Kwarter, di beberapa tempat diselangi oleh kehadiran dataran- tinggi yang terbentuk pada daerah depresi dan cekungan anta…
A gradual temperature increase of the crater lake water from normal, i.e. 32° - 33° C, was recorded since the last week of August 1973. The estimated"critical" temperature, i.e. around 40°C, was reach ed on November 5, 1973. Since then the water temperature fluctus ted between 38° C and 40°°c until approximately the end of Janua ry 1974. On January 31 a temperature of 41° C was measured,…
n January gas explosions often occurred, ejecting incandescent lava fragments, while eruption clouds rose 1 kilometer above the summit. From Argosuko Obs. (S) reddish glares on the peak of the lava dome could be often observed, while from Gunung Sawur (ESE) and Tawonso ngo (ENE) Observatories they were seen only a few times.
Even though Indonesia is rich in volcanoes (128 are considered active) and abundant rainfall (annual rainfall figures of ovar 2000 tum are no exemptions), very little research work has been done thus far as regards their imli cations on surface drainage; many quantitative data are sit needed. By using the case of it. Kolut and the Biantas river, due attention is asked towards more systematic…
Ciri erupsi G.Semeru sejak 1967 adalah letusan bertipe vulkanian - strombolian yang terjadi pada interval antara 20 menit sampai 1 jam. Erupsi yang besar disertai oleh aliran lava, awan panas, dan lahar. Aktifitas gunungapi ini diamati terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi dari 3 Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yaitu Tawonsongo sebelah timur, di G. Sawur sebelah selatan dan di Argosuko sebe…
Gunung Merapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di Indonesia, maka dilakukan studi kaitan komposisi kimia gas dan emisi gas SO2 dengan aktifitas Gunung Merapi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara komposisi gas dan emisi gas SO2 dengan aktivitas Gunung Merapi.