Bila pagi hari cuaca cerah, di utara Bandung tampak Gunung Tangkubanparahu yang bentuknya seperti perahu yang terbalik. Dari gunung ini banyak kejadian alam bisa diurut ke depan atau ke belakang hingga puluhan juta tahun yang lalu. Di selatan gunung ini, terhampar luas pemukiman penduduk Cekungan Bandung. Dari waktu ke waktu, kota ini telah mencatat prestasi dan sanjungan, karena masyarakatnya …
Gempa Majalengka yang terjadi pada tanggal 28 Juni 2001 telah menimbulkan bencana yang tidak kecil. Gempa dengan magnitudo 5.3 SR, intensitas VI-VII MMI, dan kedalaman 11 km ini berpusat di perbatasan Zona Sumber Gempa Purwakarta-Subang-Majalengka-Bumiayu dengan Zona Sumber Gempa Garut-Tasikmalaya-Ciamis.
Dalam pelaksanaan lapangan, tim pemeta dibagi tiga sub tim, masing - masing Sub tim 9 mengerjakan lereng bagian selatan - barat laut, meliputi daerah Karangtumaritis, Arjuna, dan Cileuleuy. Sub tim II mengerjakan daerah puncak dan daerah bukaan kawah, meliputi daerah Bayongbong dan sekitarnya. Sedangkan Sub tim III mengerjakan lereng bagian selatan dan timur G.Papandayan, meliputi daerah Wonogi…
Penyelidikan Geokimia Gas Komplek Kawah. G. Tangkuban perahu dan sekitarnya dalam rangka pengumpulan data secara kimiawi di lapangan dan laboratorium.ra
Penyelidikan Geokimia Gas Komplek Kawah. G. Tangkuban perahu dan sekitarnya dalam rangka pengumpulan data secara kimiawi di lapangan dan laboratorium.
Indonesia memiliki tidak kurang dari 500 gunungapi dan 128 buah termasuk gunungapi aktif yang tersebar mulai dari Aceh sampai Sulawesi melalui Jawa, NusaTenggara dan Maluku.
The continuous eruptions of Mt. Galunggung will create problems for the inhabitants in the disaster area and its surroundings, mostly in West Java. From the perspective of development, each disaster, particularly the Galunggung disaster, is a constraint to development. Above all, disasters destroy the "results of development", using up large amounts of manpower, expertise and funds.
Mount Galunggung, recently considered inactive, had 36 and 300 minor erruptions between 5 April and 20 September 1982. A large, heavily populated and generally prosperous area has been severely affected; it will suffer still greater damage in future rainy seasons. Exceptional counter-measures have been taken and are yet called for.