Pada November 2010 aktifitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada Tanggal 23 November 2010, pukul 15.30 WIB dinaikkan lagi dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
Gunung Bromo adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang kawasannya merupakan daerah wisata, berada di wilayah Cemoro Lawang. Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Daerah ini memiliki potensi wisata berupa tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang indah dan agrowisata yang bagus.
Pada November 2010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktvitas G. Bromo dinaikkan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada tanggal 23 November 2010, dinaikkan lagi dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Pada Desember 2010 potensi ancaan dari erupsi mulai berkurang sehingga pada tanggal 8 Desember …
Gunungapi Bromo secara adminisratif masuk dalam Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian puncaknya 2.329 m dpl. G. Bromo berada dalam Kaldera tengger yang berdiamter 8000 m (Utara-Selatan) dan 10.000 m (Barat-Timur), selain G. Bromo ada juga G. Batok (2.440 m dpl); G. Widodaren (2614 mdpl); G. Watangan (2.601 m dpl); dan G. Kursi (2.581 m dpl).
Indonesia memiliki sekitar 127 gunungapi aktif yang diantaranya 68 gunungapi dipantau secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi yang dilengkapi minimal satu alat perekam gempa, dari ke 68 gunungapi tersebut setiap tahunnya ada yang mengalami peningkatan tingkat aktivitas yang diikuti erupsi, seperti pada Januari 2016 sekurangnya ada 4 gunungapi dalam level III (Siaga).
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada November 2010 aktivitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November 2010, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikan dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).
Gunungapi Bromo secara administratif masuk dalam Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian puncaknya 1.329 m dpl. G. Bromo muncul dalam Kaldera Tengger yang berdiameter 8000 meter dan 10.000 meter, selain G. Bromo ada juga G. Batok (2.440 mdpl); G. Widodaren (2614 m dpl); G. Watangan (2.601 m dpl); dan G. Kursi (2.581 m dpl).
Gunungapi Bromo memiliki tinggi puncaknya 2329 meter dari permukaan laut. Secara administrasi termasuk ke dalam 4 (empat) wilayah kabupaten yaitu: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan, propinsi Jawa Timur. Kegiatan G. Bromo yang pertama kali tercatat dalam sejarah, terjadi pada tahun 1804.
Sejak tanggal 4 Desember 2015, Gunung Bromo (2329 m dpl) di Jawa Timur aktivitasnya kembali meningkat. Pemantauan visual G. Bromo di Bulan Desember 2015 memperlihatkan hembusan asap abu-abu, kecoklatan hingga putih tipis-tebal, bertekanan lemah--kuat, ketinggian asap anatra 200 - 2000 meter dari atas kawah. Selama bulan Desember 2015 ketinggian kolom asap kawah cenderung bertambah.
Gunung Bromo adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang kawasannya merupakan daerah wisata, berada di wilayah Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Gunung Bromo merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Daerah ini memiliki potensi wisata berupa tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang indah.