Merapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di indonesia (dengan periode letusan 2-7 tahun) sehingga sangat membutuhkn perhatian secara khusus dalam pemantauan aktivitasnya. BPPTK Yogyakarta sebagai salah satu instansi yang tugas dan fungsinya memantau perkembangan aktivitas merapi secara kontinyu, telah menerapkan berbagai metode pemantauan, baik dengan menggunakan alat maupun seca…
Merapi (2968 m dml), yang berlokasi di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan DIY merupakan salah satu gunungapi paling aktif di indonesia, dengan periode letusannya antara 1 tahun sekali. Kegiatannya ditandai dengan adanya pertumbuhan kubah lava di puncak, guguran lava pijar dan awan panas guguran maupun letusan. Sampai saat ini G. Merapi masih menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan guguran…
Setelah status aktivitas gunung Merapi dinyatakan aktif normal oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada tanggal 6 Agustus 2002, maka instansi-instansi yang terkait dengan penanggulangan bahaya Gunung Merapi di pemerintah Daerah TK II kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman, memanfaatkan kondisi status aktif Normal ini untuk mengadakan penyegaran atau sosi…
Pemantauan Gunung Merapi, salah satunya menggunakan metode Magnetik, telah memberikan hasil pemantauan aktifitas G. Merapi yang sangat penting, untuk membandingkan dengan metode yang lain seperti metode Seismik, deformasi, geokimia dsb. Untuk mendapatkan data yang rutin dan akurasi data perlu dilakukan perawatan dan perbaikan alat apabila terjadi kerusakan.
Hingga saat ini, G. Merapi (2968 m dml), yang berlokasi di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan DIY masih tetap menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan guguran-guguran lava pijar dari puncaknya. Walaupun intensitas gugurannya sudah mulai menurun, namun arah guguran masih bervariasi di antara hulu Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2,5 km dari puncak.
Gunung merapi merupakan gunungapi yang bertipe strato dengan kubah lava. Gunung yang merupakan gunungapi paling aktif ini dengan ketinggian 2965 m, mempunyai periode letusan 2 sampai 7 tahun sekali. Letusan merapi mempunyai karakter tersendiri yang disebut dengan tipe merapi, yang pada prinsipnya merupakan guguran kubah lava.
Setiap kali gunung Merapi akan meletus selalu didahului oleh meningkatnya aktivitas baik kegempaan maupun deformasi yang tidak bisa diamati dan dirasakan oleh manusia, tetapi bisa dirasakan atau di deteksi dengan peralatan geofisika seperti tilt meter dan seismometer, oleh karena itu untuk memantau aktivitas gunung merapi khusunya kegempaannya maka kontinuitas dan kualitas rekaman data gempa pe…
The breach in the f flank did not originate at once, but in several phases. At the time the though liquid lava looked for a way to the surface, she found the former entrances janned. The canal, through which the lava of the W plug came up and which during aruption erupti phase of 1920 21 still served as way out, was closed now. During the rest period of a few years, the lava han been actually s…
By the paroxismal phenomena on December 18 and 19, 1930 in the W wall of the mountain summit a breach originated with a length of 1350 π. This reached an elevation of 2150 a downwards and near the summit it was about 200 m in width. A big part of the old domes on the summit, including the lavastream of 1922 has disappeared.
Sehubungan dengan program kerja Seksi Vulkano Fisika, Sub Direktorat Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun-III 1986-1987, pada tanggal 30 April 1986 selama 11 hari regu Potensial Diri, Tim Vulkano Fisika, berangkat ke Yogyakarta ( G. Merapi) untuk melakukan pengukuran Potensial Diri pada jalur Gendol - Woro. Tujuan penyelidikan ini untuk memonitor aktifitas Potensial D…