Dari 129 gunungapi aktif di Indonesia (Tipe A, B, dan C) terdapat 66 gunungapi tipe-A yang dipantau secara kontinyu, dan 1 diantaranya adalah G.Papandayan yang terletak di Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Gunungapi Papandayan termasuk gunungapi strato, berbentuk kerucut terpancung, dibangun oleh perlapisan leleran/aliran lava dan aliran bahan lepas.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan terjadi letusan. Peningkatan aktivitas G. Papandayan.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas. kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Beberapa kali terjadi krisis kegempaan di G. Papandayan, tetapi tanpa diikuti dengan letusan. Dalam beberapa ksusu peningkatan kegempaan dipicu oleh aktivitas tektonik.
Sehubungan dengan hasil evaluasi aktifitas G. Papandayan yang masih berstatus waspada hilngga pada bulan Nopember 2015. Untuk hal tersebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi perlu menyelenggarakan sosiaslisasi/penyuluhan kebencanaan geolohi kepada pemerintah daerah dan masyarakat, antara lain tentang mitigas dan aktifitas saat ini.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantarany: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa vulkanik kendati tidak diakhir dengan terjadi letusan.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Karakteristik kimia batuan dan petrogenesis batuan G. Papandayan diharapkan dapat dijadikan dasar untuk mengenali sifat-sifat magmanya. Secara petrografi batuan G. Papandayan bertekstur porfiritik, dengan fenikris.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Erupsi yang tercatat diantaranya pada tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada Erupi tahun 1772 longsor dan awanpanas terjadi yang menyebabkan 2951 orang menjadi korban.
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato dengan tinggi 2665 m dpl (di atas permukaan laut) memiliki beberapa kawah aktif diantaranya: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa Vulkanik.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.
Erupsi yang tercatat diantaranya pada Tahun 1772, 1923-1925, 1942 dan 2002. Pada erupsi tahun 1772 longsor dan awan panas terjadi yang menyebabkan 2951 orang menjadi korban. Pada erupsi terakhir tahun 2002, terjadi 3 episode erupsi dimulai dari erupsi freatik tanggal 11 November yang menyebabkan dinding kawah Nangklak runtuh dan material longsoran masuk ke aliran sungai Cibeureum Gede dan menye…