Pada permulaan bulan Februari oleh pos penjagaan D.G.B di Kawah Idjen telah dilaporkan adanya tanda - tanda kegiatan dari G. Raung, yang terlihat mulai tanggal 31 Januari 1953.
Kegiatan penyuluhan Gunungapi di daerah sekitar G. Raung Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 14 - 24 Mei 1999 sesuai dengan permintaan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tingkat II Banyuwangi, Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan terhadap kelancaran pesawat seismograf, seismograf setiap tahunnya selalu mengalami kerusakan, yang umumnya terjadi pada Sub sistem pancar, terutama mengingat lokasi sub sistem pancar terdapat jauh dari Pos Pengamatan atau lokasi yang sinar mataharinya menyinari solar panel waktunya sebentar, sehingga battery yang digunakan tegangannya turun, hal ini mempercepat sel - sel…
Pembuatan dokumentasi G, Raung dapat diartikan sebagai upaya untuk melengkapi data lapangan selengkap - lengkapnya baik data yang berada di daerah bahaya maupun waspada yang meliputi seluruh keadaan geologi G. Raung.
Pengumpulan data dan informasi G. Raung dilapangan dititikberatkan kepada pendataan kependudukan di daerah bahaya (KRB) untuk menghadapi letusan yang akan datang.
Kegiatan vulkanik G.Raung dipantau secara visual dan seismik di Pos PGA G. Raung di daerah Mangaran. Pemantauan visual dilakukan pada saat cuaca baik sedangkan pemantauan seismik dilakukan 24 jam selama pesawat pencatat gempa itu tidak mendapat gangguan.
Peningkatan kegiatan vulkanik terakhir G. Raung terjadi pada Juli - September 1990 berupa peningkatan kegempaan disertai letusan abu (Erfan dkk, 1990). Sedangkan kegiatan vulkanik Kawah Ijen yang dicirikan oleh erupsi magmatik dan freatik, memperlihatkan peningkatan kegiatan yang terakhir pada Juli - Agustus 1993 berupa letusan freatik yang diawali dengan terekamnya tremor vulkanik yang terus m…
Maksud pemetaan situasi adalah melakukan serangkaian pengukuran dengan tujuan mendapatkan peta situasi topografi puncak sehingga dapat memberikan informasi situasi puncak saat ini dengan harapan dapat menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna pengamatan & peramalan suatu letusan dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
Dalam rangka memonitor kegiatan G. Raung, secara kontinyu dilakukan pengamatan kegempaannya dari pos G. Raung . Rambat gelombang gempa akibat adanya magma naik yang menyebabkan retakan - retakan pada batuan yang dilewati, dicatat dalam bentuk grafik yang menunjukkan besar & kecilnya aktivitas dari dalam gunungapi tersebut.