Letusan G. Galunggung dapat mengakibatkan bahaya primer yakni bahaya langsung pada waktu letusan terjadi dan bahaya sekunder yakni bahaya sebagai akibat setelah letusan.
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…
Evaluasi lahar ini disusun sebagai kelanjutan hasil pertemuan unsur SATKORLAK PBA Tingkat I Jawa Barat yang diadakan hari Selasa tanggal 9 Agustus 1983 di Ruang Sidang Gedung Sate, Jln. Diponegoro 22, Bandung. Pada waktu itu penulis ditunjuk mewakili Direktur Direktorat Vulkanologi. Materi tulisan ini pada dasarnya telah diungkapkan dalam pertemuan tersebut, namun beberapa informasi ditambahkan…
Sejak tahun 1822 G. Galunggung riwayatnya baru dapat tercatat agak jelas kegiatannya, karena ada letusan besar pada tahun tersebut dengan mengelu-arkan awan panas dan aliran lahar, hingga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4011 orang. Kejadian tersebut adalah 160 tahun yang lampau, dimana dapat diperkirakan bahwa penghuni di sekitar gunung tersebut masih termasuk ja-rang sekali, tetapi telah jatu…
Dalam Vulk. Ber. n. XVIII diberitakan, bahwa G. Slamat dikunjungi akhir 1922, tetapi tidak diamati perubahan dalam kegiatannya. Kegiatan fumarolanya ternyata sama seperti digambarkan oleh Jung-huhn dalam pertengahan abad yl.
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan
Gunung Merapi yang terletak di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan gunung api pa- ling aktif di Indonesia dan seringkali menimbulkan ke- jutan bagi daerah sekitarnya. Kejutan-kejutan tersebut berupa bahaya aliran awan panas dan banjir lahar hujan yang melanda daerah lereng dengan mendadak. Lubang kegiatan erupsinya sering berpindah pindah setelah terjadinya-lo- tusan ya…
Adapun survey tersebut bertujuan, antara lain, ialah a. Untuk mengetahui kerusakan kerusakan yang diakibatkan lahar hujan b. Lokasi penyimpangan/Peluapan lahar hujan c. Desa desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan.
Dengan surat perintah No. 2972/S/1975, tanggal 5 Juli 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan penelitian di daerah sekitar G.Merapi sehubungan dengan peluncuran awan panas guguran yang terjadi tanggal 9 dan 10 Juli 1975.