G. Soputan merupakan salah satu gunungapi di Sulawesi Utara yang sering meletus, jarak antar letusan berkisar antara 2-45 tahun. Kegiatan G. Soputan dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava sejak tahun 1991 dan kadang-kadang diikuti oleh terjadinya awan panas dan hujan abu seperti halnya erupsi yang terjadi pada 6 Juni 2008 ini. Letusan tersebut menghasilkan endapan awan panas, surge dan abu. Dari…
Komplek Gunungapi Ijen merupakan gunungapi strato yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dengan karakteristik yang khas berbeda dari gunungapi lainnya di Indonesia. Komplek Ijen adalah suatu komplek gunungapi yang terdiri dari beberapa gunungapi yang tumbuh di sekitar dinding kaldera dan di dalam kaldera ljen Tua. Kawah Ijen adalah salah satu gunungapi yang sampai saat ini masih aktif yang tu…
K. Gendol merupakan alur sungai yang paling dominan terisi oleh material letusan G. Merapi 14 Juni 2006, disamping K. Opak, K. Woro, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog dan K. Krasak. Seluruh material yang masuk ke sungai-sungai tersebut diperkirakan sejumlah 8-9 jutaan m3. Sepertiga material tersebut sudah tertranspot menjadi lahar pada masing-masing alur sungai pada musim penghujan 2006-2007.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Produk yang dikeluarkan gunungapi tersebut dapat membahayakan jiwa serta memusnahkan semua infrastruktur di daerah yang terlanda. Sebagian dari produk gunungapi tersebut dapat menjadi bahan terbentuknya lahar, tergantung pada proses dan kejadian yang memp…
Semeru adalah sebuah gunungapi aktif strato tipe A, dengan Mahameru sebagai titik tertinggi (3.676 mdpL). Gunungapi ini secara administratif termasuk dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten malang, Propinsi Jawa Timur. Gunungapi ini juga termasuk salah satu dari beberapa gunungapi yang sangat giat/aktif.
Berdasarkan Surat Direktur Vulkanologi nomor 446/1141/DGV/95 tanggal 30 Mei 1995 dilakukan pengumpulan informasi vulkanologi dan kependudukan di daerah bahaya G. Rinjani, sebagai bahan infomasi vulkanologi. Diharapkan penyampaian informasi atau pemberian penyuluhan untuk mengantisipasi kepanikan penduduk karena bencana yang terjadi dapat disampaikan secepatnya.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi dalam tahun anggaran 1995/1996 merencanakan melakukan Pemetaan Situasi Topografi Laharan G.Rinjani di Pulau Lombok, NTB. Sungai yang direncanakan yaitu Koko Putih, dimana sungai ini merupakan satu-satunya sungai yang berhulu dari kawah Danau Segara Anak G.Rinjani.
Pemeriksaan laharan di sungai-sungai lereng timur, tenggara dan selatan G. Semeru. Maksud pemeriksaan/survei lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir lahar di sungai - sungai tersebut di atas dalam musim hujan mendatang.
Letusan G. Galunggung dapat mengakibatkan bahaya primer yakni bahaya langsung pada waktu letusan terjadi dan bahaya sekunder yakni bahaya sebagai akibat setelah letusan.