G.Kelimutu dan G.Lewotobi termasuk gunungapi aktif di P.Flores. G.Kelimutu tubuhnya dibangun oleh endapan piroklastik hasil len-1 tusan eksplosif dan leleran lava yang efusif, mempunyai struktur berlapis, termasuk kedalam tipe strato. Lerengnya berkembang ke arah timur dan dibagian puncak terdapat 3 buah danau kawah dengan warna air yang berbeda. Luas ketiga danau tersebut kira-kira 1.051.000 m…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya upaya Pemerintah Daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah, maka dari itu sesuai…
Dalam sejarah letusannya, G. Ibu diketahui meletus pertama kali pada Agustus - September 1911 berupa letusan eksplosif di kawah pusat. Letusan berikutnya terjadi pada Desember 1998 setelah 87 tahun beristirahat, menghasilkan sumbat lava yang menutupi dasar kawah bagian dalam yang terus berkembang menaid pertumbuhan kuba lava hingga saat in (2013) Pertumbuhan kuba lava yang menerus selaras denga…
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan infomasi Gunungapi Kie Besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunungapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah - kawah di sekitar G.Kie Besi, daerah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Pembuatan Dokumentasi dan Pengumpulan Bahan Informasi Gunungapi Kie Besi dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunungapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah - kawah di sekitar G.Kie Besi, daerah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan informasi gunungapi kie besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunugapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah-kawah di sekitar G. Kie Besi, darah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan informasi gunungapi Kie Besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunungapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah-kawah di sekitar G. Kie Besi, daerah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Adapun kunjungan kali ini ke anak Krakatau adalah dalam rangka pembuatan dokumentasi yang berkaitan dengan adanya aktivitas vulkanik saat ini, yang mana masih merupakan satu perioda aktivitas vulkanik sejak tahun 1992/1993 yang lalu. Dilihat dari gunungapi itu sendiri adalah merupakan aktivitas membangun tubuhnya.
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.