Gunungapi Kaba merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia terletak di Propinsi Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong. Puncak tertinggi adalah 1952 m diatas permukaan air laut, yang mempunyai bentuk tubuh berupa kerucut terpancung dengan struktur berlapis akibat dari letusan selang seling dari letusan eksplosif dan leleran lava (efusif). Permukaan puncak berelief kasar ini merupakan dereta bu…
Gunung Sorik MArapi adalah salah satu gunungapi berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitasnya termasuk Tipe A terletak di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Propinsi Sumatera Utara, ketinggian puncak kurang lebuh 2145 m dpl. Dalam sejarah kegiatannya gunungapi ini pernah meletus yaitu pada tahun 1830, 1879, 1892, 1917, 1970, 1986, dan 1987 jenis letusan pada umumnnya adalah freatik. Ko…
Dari catatan sejarah Aktivitas vulkanik G. Tandikat tercatat sebanyak 2 kali kegiatan letusan, yaitu pada tahun 1889 dan 1914. Letusan 1889 terjadi dari Kawah B dimana kegiatan letusan dimulai tanggal 19 Februari. Di puncak G. Tandikat terlihat tiang asap dan nyala api dan juga terasa getaran gempa yang diiringi sura letusan. Sampai tanggal 17 April tiang asap masih terlihat kadang disertai ole…
G. Banda Api (641 m dpl) merupakan sebuah pulau kecil dengan nama P. Gunungapi dan terdapat di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Letusan besar terakhir terjadi pada 9 Mei 1988 dengan mengeluarkan asap letusan yang berwarna abu-abu hitam mencapai tinggi antara 3000 - 3500 m di atas puncak. Letusan diikuti oleh aliran lava pada tiga tempat yang mengalir ke utara, baratlau…
G. Sangeang Api adalah gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di P. Sangeangm tipe gunungapi strato. Secara administratif terletak di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan letusan G. Sangeang Api yang tercatat dalam sejarah letusannya sebanyak 10 kejadian. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1997-2000. Sifat letusannya eksplosif disertai efusif.
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
Menurut Neuman Van Padang (1951), G. Arjuno-Welirang diklasifikasikan sebagai gunung type B. Namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, Hadikusumo tahun 1957 memasukkan kedalam klasifikasi type A. Sedangkan, Kusumadinata (1979) dalam Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi tipe A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunung Papandayan merupakan kerucut gunungapi paling selatan dari deretan gunungapi Priangan yang terletak di sebelah selatan G. Guntur yang keduanya merupakan gunungapi aktif bertipe A. Kompleks G. Papandayan ini dibentuk oleh 2 buah tubuh gunungapi, yaitu disebelah utara ditempati oleh G. Puntang Tua, gunung ini berkembang dibagian barat berbentuk kerucut terpacung dibentuk oleh aliran lava d…
Terletak dalam wilayah kabupaten Bondowoso dan banyuwangi Jawa Timur. Gunungapi ini muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m diatas permukaan laut. Kawah G. Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktifitas yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara/fumarola.
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Gunung ini secara administratif terletak di kabupaten lumajang dan malang, jawa Timur. Puncak tertinggi dinamai mahameru (+ 3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di pulau jawa dan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari mahameru yang dikenal dengan nama Jonggrin…