Pada tanggal 7 Desember 1980 telah diadakan peninjauan kegiatan pengamatan G. Merapi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Pertambangan dan Energi. Mendampingi beliau adalah Bapak Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, Djayadi Hadikusumo, se-laku bekas pimpinan Sub Direktorat Vulkanologi, dan sebagai ahli gunungapi. Peninjauan kerja ini lebih bersifat in-cognito
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bidang pertambangan memegang peranan yang penting dalam perekonomian. Haisl tambang Indonesia merupakan sumber pendapatan devisa Negara yang utama dan merupakan salah satu sumber pembiayaan untuk pembangunan.
Pada hari Rabu, 16 Juni 1976, Bapak Menteri Pertambanagn Prof. Dr. Ir. Moh. Sadeli disertai oleh Direktur Jenderal Pertambangan Umum Prof. Dr. dengan didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Volkanologi Djayadi Hadikusumo dan Sekretaris Proyek Penyelidikan/Pengawasan Gunungapi Ir. M. Istijab.
Tempat penambangan belerang berada pada lubang solfatara dibagian selatan danau kawah Ijen. Endapan belerang yang berwarna kuning terang dengan bau gas sangat kuat dan menyengat, itu tidak mengganggu kegiatan penambangan yang terus berlangsung sejak puluhan tahun silam, hanya kadang - kadang terhenti oleh peningkatan kegiatan gunung api.