Zirkon terbentuk sebagai mineral ikutan (accessory mineral) pada batuan yang terutama mengandung Na-feldspar. seperti batuan beku asam (granit dan syenit) dan batuan metamorf (gneiss dan skiss), yang secara ekonomis, zirkon dijumpai dalam bentuk butiran (ukuran pasir), baik yang terdapat pada sedimen sungai maupun sedimen pantai. Dan terdapat dalam endapan pasir kuarsa sebagai…
Adapun tjorat-tjoret berikut ini adalah sesuai dengan permintaan Sdr. Ichsan, ketua regu pemboran air dari Dinas G.T.H. jang pada waktu kundjungan penulis, se-dang bekerdja didaerah Sengkor, Praja; sebagai balas djasa kemurahan hati beliau memindjamkan pada regu penelitian G.Rindjani sebuah kompas Geologi, barometer dan peta pulau Lombok. Djelasnja jang diminta itu adalah tjatatan-tjatatan dari…
Penyelidikan petrokimia gunungapi Rajabasa, Lampung Selatan dilakukan selama 30 hari. Kegiatan penyelidikan ini sesuai dengan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun anggaran 1999/2000. Daerah penyelidikan tercakup pada peta topografi yang dibuat secara fotogrametri oleh Jawatan Topografi TNI-AD. Analisis kimia mayor batuan produk gunungapi Rajabaa sebanak 14 conto batu…
Maksud penelitian adalah meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunung api Awu, meliputi pencarian dan pengambilan contoh batuan lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, analisa petrogafi dan analisa kimia contoh batuan. Sedangkan tujuannya mendapatkan gambaran tentang karakter komposisi mineral dalam batuan dan variasi geokimia dari batuan hasil gunungapi Awu. Berdasarkan pemeriks…
Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Karakteristik kimia batuan dan petrogenesis batuan G. Papandayan diharapkan dapat dijadikan dasar untuk mengenali sifat-sifat magmanya. Secara petrografi batuan G. Papandayan bertekstur porfiritik, dengan fenikris.
Ciremai merupakan gunungapi Kaurter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatata sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Erupsi G. Ciremai tercatat terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga erupsi 1772, 1775 dan 1805.
Ciremai merupakan gunungapi Kuarter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatata sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Erupsi G. Ciremai tercatat terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga erupsi 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat…
ketika pandangan mata ahli geologi tertuju kepada bebatuan di bawah permukaan bumi yang mengendalikan air, tataan alami ini menyimpan dan menyebarkan air tanah dan menghubungkannya dengan sungai atau air perrnukaan. Pandangan ahli geologi senantiasa akan tertuju pada geologi area yang mengendalikan laku air itu. Dan pandangan mata ahli geologi akan sangat dimanjakan Air di bumi Ind…
Menurut klasifikasi Gill (1981), batuan komplek G. Semer - Jambangan berkomposisi basalt, andesit basa, andesit asam dan dasit dengan kadar K-sedang. Batuan lava umumnya bertekstur porfiritik terdiri dari plagioklas, piroksen, kurag lebih olivin, kurang lebih amfibol, mineralopak, gelas vulkanik, kurang lebih olivin. Dari data petrografi dan geokimia menunjukkan batuan komplek gunungapi Semeru …
Berdasarkan data sejarah letusan diketahui bahwa daur kegiatan G. Kelut berkisar antara 15 sampai 30 tahun. Kegiatan utama letusan selalu terjadi di kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 m diatas permukaan laut, yang bila terjadi letusan selalu menyemburkan lahar primer yang suhunya mencapai 200 derajat Celcius. Berdasarkan statistik bahwa jumlah korban letusan selalu berbandi…