Pemasangan seismograf Kinemetrics PS-2 dengan sistim tele-matri di Pos Pengamatan G. Kelut, dilakukan dengan tujuan meningkatkan sarana peralatan seismograf yang telah ada.
Melengkapi data untuk penyelidikan yang lebih teliti tentang hasil-hasil letusan gunungapi ini dan karakreristik letusannya, terutama terhadap produk-produk letusan besarnya
This Volcano is known as very dengerous, because its eruptions always caused victims and destroyed of arable land. The origin of the disaster because its has a crater lake on its summit, which is in ejected during each eruption.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai realisasi dari rencana kerja Tim Instrumentasi Gunungapi dalam rangka menunjang kegiatan kerja Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi dalam hal peralatan penyelidikan. Pekerjaan lapangan berlangsung sejak 13 Juni 1986 sampai dengan 15 Juni 1986.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Sejalan dengan rencana kerja Proy.P2V untuk Tahun 1/1966 1967, Pelita IV, telah direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan lapangan di daerah-daerah sekitar dua gunungapi aktif di Jawa Timur, yaitu G.Kelut dan G.Semeru.
Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.