Gunungapi Kie Besi (Makian) atau dengan nama lain Wakiong termasuk gunungapi aktif bertipe A, yang berbentuk strato dan merupakan sebuah pulau gunungapi Bentuk strato ini adalah karakteristik dari bentuk-bentuk gunungapi yang ditemukan pada zona "subducting plate margin Berdasarkan acuan dari teratur dan aktifitasnya, tercatat sejak tahun 1550 sampai dengan tahun 1988, terjadi kegiatan erupsi s…
Pemetaan Geologi Komplek Gunungapi Dukono dimaksudkan untuk menyajikan data dasar geologi gunungapi yang diharapkan dapat dipergunakan sebagai aplikasi kajian kegunungapian lainnya. Lebih lanjut pemetaan geologi ini ditujukan untuk mengetahui jenis, urutan dan genesis batuan / endapan hasil erupsi gunungapi di Komplek Dukono serta gambaran umum kerangka pembentukan gunungapi yang tersaji dalam …
Pemetaan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data geologi gunung api tersebut berdasarkan hasil penafsiran foto udara yang didukung dengan penelitian langsung di lapangan. Penelitian yang dilakukan meliputi aktivitas gunungapi tersebut, sebaran, posisi dan jenis batuan yang dihasilkan, morfologi dan struktur geologi yang berkembang serta hubungannya dengan formasi batuan yang lebih tua. Tujuan p…
Dalam tahun anggaran 1997/1998 Direktorat Vulkanologi Sub Dit. Pemetaan Geologi Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh telah melaksanakan pemetaan geologi foto gunungapi Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, yang dilaksanakan oleh dua orang staff Seksi Penginderaan Jauh yaitu Deddy Suhadi dan Waziel Effendi. Maksud pemetaan ini adalah untuk mengetahui bentuk morfologi dan pola alir…
Maksud dilakukannya penyelidikan magnetik G. Gamalama adalah untuk dapat melengkapi peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia, dengan tujuan mencari suatu bentuk struktur dalam dari gunungapi tersebut, yang dapat menerangkan kemungkinan proses terjadinya, maupun kegunaan lain bagi para ahli geologi. Untuk tujuan diatas maka pengukuran titik secara acak dilakukan baik di puncak maupun dis…
Meskipun dikategorikan sebagai gunungapi aktif tipe B (Kusumadinata, 1979), penyelidikan kegunungapian di G.Sibayak perlu dilakukan mengingat daerah sekitarnya merupakan kawasan wisata yang ramai dan merupakan daerah pengembangan energi panas bumi. Penyelidikan tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik Gunungapi Sibayak.
Maksud dan tujuannya yaitu merekam semua perkembangan di dalam kawasan rawan bencana G.Bur Ni Telong, sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan kesiapan pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Bur Ni telong - Aceh.