1. Tenaga pelaksana & waktu tugas. Pelaksanaan program penyelidikan petrokimia gunung Tangkubanperahu, dilakukan oleh tim petrokimia yang terdiri dari: - Ir. M. Kamid -Indyo Pratomo Dipl G.G -Mawardi. R.
Sigi kelandaian lereng sekitar G. Tangkuban Parahu dimaksudkan untuk memonitor kegiata tersebut dihubungkan dengan perubahan harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya.
Dalam melakukan kegiatan Tim Pengamatan Gunungapi Sumatra dan Jawa Bagian Barat Tahun Anggaran 1986/87, penulis berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Tangkubanparahu dengan SPPD Nomor. 211/P/86.
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.
Pada Agustus 1986, penulis berkesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke Pos PGA G. Ciremai, G. Guntur, G. Galunggung dan G. Tangkubanparahu dengan SPPD No.994/2/86. Tugas pokok adalah melakukan pengamatan seismik G.Ciremai, akan tetapi disamping itu melakukan inspeksi ke masing-masing Pos PGA di Wilayah Jawa Bagian Barat, guna mendapatkan data situasi keadaan Pos PGA pada saat ini
Sejalan dengan pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi, Tim pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi dalam tahun 9, Pelita IV, dilakukan pendataan kependudukan disamping kemungkinan terjadinya perubahan akibat pemanfaatan lingkungan disekitar daerah bahaya G.Tangkubanparahu.
G. Tangkubanperahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan wisatawan.
Pengamatan visual terhadap kegiatan G. Tangkubanperahu dilakukan dari pos PGA Wates 1k. 4 km dari kawah Ratu,sebelumnya pos pengamatan terletak di puncak bagian selatan kawh ratu
Untuk mendapatkan hasil rekaman berupa data kegiatan Seismik gunungapi yang baik diperlukan pengecekan/perbaikan dan kalibrasi kembali pada semua peralatan seismograph yang dipakai disekitar gurunungapi tersebut.
Untuk pengukuran deformasi ada beberapa macam metoda yang bisa digunakan yaitu diantaranya dengan cara EDM, dry tilt, level-ling dan watertube.