G. Dukono termasuk gunungapi tipe A dalam klasifikasi gunungapi di Indonesia, merupakan salah satu gunungapi aktif dengan beberapa kawahnya menunjukan aktivitas berupa tembusan solfatara/fumarola di permukaan yang disertai terjadinya gempa vulkanik lainnya. Secara administrative gunungapi Dukono termasuk dalam Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dengan posisi geografi terletak pada…
G. Marapi merupakan gunungapi teraktif di Pulau Sumatra baik dari segi kegempaan maupun frekuensi letusannya. Setiap letusan besar selalu didahului oleh sejumlah besar gempa vulkanik. Tipe-tipe gempa vulkanik yang terekam di Marapi terdiri dari vulkanik A, vulkanik B, tipe T, letusan, tremor harmonik, dan tremor tidak harmonik (Gambar 1). Kegempaan Marapi diamati dengan satu stasiun seismograf …
Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang mempunyai intensitas pertumbuhan cukup tinggi. Gunungapi ini terletak di tengah Selat Sunda (Gambar 1) dan terletak di dalam satu garis daerah lemah antara P. Panaitan, Krakatau, Sebesi, dan G. Rajabasa. Pulau-pulau ini terbentuk akibat kegiatan vulkanik.
Dataran tinggi Dieng mempunyaib ketinggian rata-rata sekitar 2000m di atas muka laut. Dataran ini memiliki bayak kerucut, kawah, danau, sumuran dan rawa yang diduga bekas letusan.
The lamongan is not known by big destroying catastrophes such as the Tambora and Krakatau, but as far as the news reach us, he is however one of the most active volcanoes on Jawa.
Secara fisiografi, Pegunungan Dieng menempati Zona Pegunungan Serayu Uta- ra di bagian timur, merupakan rangkaian dengan Pegunungan Jembangan yang terletak di sebelah utara daerah Karangkobar. Pegunungan tersebut dibangun oleh tubuh-tubuh gunungapi yang terbentuk dalam zaman Kwarter, di beberapa tempat diselangi oleh kehadiran dataran- tinggi yang terbentuk pada daerah depresi dan cekungan anta…
Ketidakaktifan Penulis di dalam Unit Vulkanologi sebagai 1982-1983, telah merangsang minat Denulis untuk mempelajari lebih jauh gunungani bersejarah ini (Hilmansyah, 10856). Dalam melimut letusan terakhir G. Galunggung, Katili & Der Sudradjat (1084) mengulas-ulang proses terjadinya bukitan Sepuluh Ribu.s
Maksud utama penelitian ini ialah menentukan susunan kimia gas vulkanik dan kondensat. Di samping ini kadar beberapa unsur kimia digunakan sebagai geotermometer untuk menghitung secara teoritis perkiraan suhu di bawah permukaan.
Pengamatan seismik G. Kelut menggunakan sistem tripartit secara permanen. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan dua komponen datar yang ditempatkan di Bambingan, satu lokasi dengan salah satu komponen tegak dari jaringan tripartit. Penugasan Penulis
Penelitian geokimia terhadap air danau kawah G. Kelut di-lakukan dengan mengambil dan menganalisa conto-conto air danau ke wah secara teratur setiap bulan. Sejak April 1980 sampai dengan September 1983 telah diambil dan dianalisa sebanyak lebih dari 400 conto sir dari danau kawah G. Kelut.