G. Batur adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia, termasuk gunungapi yang sering meletus dibandingkan dengan G. Agung, keduanya terletak di P.Bali. Berdasarkan produk erupsi 1994/1995, erupsi G. Batur bersifat esplosif (strombolian), efusif atau kombinasi esplosif dengan efusif.
Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
G. Api Batur terletak di sekitar Kintamani, Kabupaten Bangli, Prov. Bali. Dalam rangka penelitian deformasi di Gunung Batur ini, maka telah dibuat 13 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measuement) dan Level…
Maksud penyelidikan adalah untuk mengetahui petrokimia batuan kompleks gunungapi Batur. Dengan adanya ini diharapkan dapat menambah penyelidikan tentang gunungapi tersebut. pengetahuan jadikan dasar Tujuan Penyelidikan adalah data tersebut dapat sebagai petunjuk kegiatan gunungapi di masa yang akan datang. di Batur. Gunungapi Batur berada di daerah Bali secara geografis terletak pada 08°14′3…
G. Batur, Bali, terkenal yang dengan danaunya serta kaldera terbesar dan terindah di dunia (Van, Bemmelen 1979) masuk ke dalam Wilayah Daerah Tingkat II Bangli. Tinggi puncaknya 1717 m di atas muka laut atau 686 m di atas muka danau. Secara Geografis G. Batur terletak pada posisi 8°14′30" LS dan 111°22′30" BT.
Evaluasi kegiatan G. Batur tahun 1995 terutama didasarkan pada hasil pengamatan visual dan kegempaan yang dilakukan dari Pos PGA G. Batur di Penelokan. Secara visual kegiatan G. Batur sampai dengan akhir 1955 masih ditandai dengan adanya letusan dan hembusan yang teramati pada bulan Januari, Maret, dan Mei 1955. Tinggi asap letusan mencapai lk 300 m di atas pusat letusan.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Dit. Pemetaan gunungapi dalam tahun anggaran 1995/1996 sesion satu melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Batur di Pulau Bali. Tujuannya yaitu untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Batur yang baru setelah terjadi letusan bulan Agustus 1994 guna menunjang berbagi disiplin ilmu khususnya dilingkungan Direktorat Vulkan…
Untuk memantau kegiatan G. Batur telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, lokasi Pos lk. 3 km dari puncak G.Batur, di dinding Selatan Kaldera Batur. Pengamatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa disamping pengamatan visual. Pelaksanaan kerja kegiatan pokok pengamatan meliputi pengumpulan data, pengol…
Maksud dari kegiatan G. Agung dan G. Batur adalah sebagai realisasi salah satu kegiatan Proyek Pengamatan Pertambangan dan Energi Bali, NTB, NTT, dan Tim -tim tahun Anggaran 1994 - 1995. Tujuannya adalah untuk megetahui perkembangan kegiatan yang terjadi pada Gunungapi Agung dan Gunungapi Batur berdasarkan pengamatan visual, pengukuran suhu, dan pemantauan daerah waspada maupun terlarang.