Sebagai negara kepulauan, Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik katif utama memiliki 127 gunungapi aktif yang membentuk busur gunungapi tersebar dari Pulau Sumatera, menyambung ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Halmahera, dan Sulawesi Utara. Jika terjadi erupsi, akan berpotensi menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitaranya. Dalam upaya mitigasi salah satu upaya ter…
Gunungapi Sinabung merupakan gunungapi strato yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Gunungapi ini terletak pada ketinggian puncaknya 2460 meter dpl. Setelah lebih dari 400 tahun dalam masa istirahat, Gunungapi Sinabung memasuki masa erupsi pada bulan Agustus 2010. Penelitian sebelumnya menunjukkan sebaran hipocenter Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Gempa Vulkanik Dan…
Secara administratif G. Sinabung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sebelum terjadi peristiwa erupsi Agustus 2010, G. Sinabung diklasifikasikan ke dalam tipe gunungapi strato B, sejarah erupsinya tidak diketahui. Sejak 27 Agustus 2010 gunungapi ini diklasifikasikan ke dalam tipe gunungapi aktif Tipe A. Hal ini berdasarkan perisitiwa erupsi freatik yang diik…
Gunungapi Sinabung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Gunungapi tumbuh di atas dataran Karo (1000 m dpl). Sejarah letusannya tidak diketahui. Tidak terdapat Pos Pengamatan Gunungapi dan Peralatan Pemantauan, Namun demikian peta daerah bahaya telah disiapkan (1992) untuk mengantisipasi bahaya letusannya. Gunungapi Sinabung merupakan gunungapi strato yang termasuk …
Gunungapi Sinabung digolongkan sebagai gunungapi Tipe B, karena sejak tahun 1600 tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini memiliki 4 buah kawah utama di bagian puncak dan termasuk gunungapi strato volkano (gunungapi berlapis, berselang seling antara leleran lava dan piroklastik pada tiap-tiap periode letusannya). Aktivitas terakhir Gunungapi Sinabung diantaranya berupa lapang…
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja kegiatan lapangan dari Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan tiga anggotanya terdiri dari Sdr. Samud Wikartadipura dengan SPPD n 2355/P/1981, Sdr. A.D. Sumpena dengan SPPD n 2356/P/1981 dan saya dengan SPPD n 2515/P/1981. Lamanya pekerjaan tersebut selama 50 hari untuk Gunung Sibayak dan Gunung Sina…
Aktivitas Gunung Sinabung diperlukan kajian lebih jauh mengenai data seismik pada seismograf yang mencatat aktivitas Gunung Sinabung.
Gunung Sinabung merupakan gunungapi tipe B, dikatakan gunung api tipe B karena semenjak tahun 1600 belum pernah meletus atau menunjukkan aktivitas vulkanik. Namun sejak letusan akhir Agustus 2010, gunung ini meletus sehingga statusnya dinaikkan menjadi gunung api tipe A.
Erupsi gunungapi pada umumnya didahului oleh peningkatan aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan tekanan akobat aktivitas magmatik pada sistem konduit gunungapi. Aktivitas magmatik akan menimbulkan terjadinya gempa-gempa mikro di gunungapi serta mengakibatkan perubahan sifat fisis medium dan mempengaruhi kecepan gelombang seismik.
Erupsi Gunung Sinabung tahun 2013 menarik untuk dikaji terkait mekanisme dalamnya meliuti distribusi hiposenter dan mekanisme fokus. Salah satu cara untuk mengetahui mekanisme tersebut yaitu menganalisis gempa vulkano-tektonik (VT) yang terjadi.