Letusan G. Raung yang cukup hebat yang menimbulkan kerusakan dan korban manusia terjadi pada tahun 1586, 1597, 1638, dan 1838. Sepanjang sejarah letusannya G. Raung bersifat ekplosif, menghaslkan abu yang dilontarkan ke udara dan pernah terjadi awan panas yang meluncur menyelimuti sebagian tubuh Gunungapinya.
Komplek gunungapi Bromo Tengger memiliki potensi obyek wisata alam yang cukup indah dan menarik. Pada zaman kerajaan Mojopahit, kawasan Bromo Tengger telah dikenal sebagai tempat upacara ritual sampai akhir kejayaannya, dan sampai kini upacara tersebut masih dilakukan oleh suku Tengger yang bermukim di Sekitar Bromo Tengger.
Hasil survei Global Positioning System (GPS) tahun 2004-2009 di G. Kelud menunjukkan pergesaran vertikal dan horisontal. Seacara vertikal terjadi pergeseran naik pada semua titik ukur, dan pola pergeseran horisontal berarah ke luar dari kawah (kubah). Estimasi posisi sumber tekanan menunjukkan bahwa sumber tekanan berada di bawah kawah (kubah) pada kedalaman 2000 m di bawah permukaan laut.
Ada 63 gunungapi dari 129 gunungapi di Indonesia yang mempunyai kaldera dan danau kawah. G. Ijen adalah salah satu dari 63 gunungapi tersebut, yang dicirikan oleh adanya danau kawah. Diameter danau kawah adalah kurang lebih 960 x 600 m, dengan kedalaman air danau kurang lebih 200 m, dan dibatasi oleh pematang kawah berketinggian antara 2145 m sampai 2386 m di atas permukaan laut.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Gunungapi Semeru terletak di antara dataran Malang-Bangil dan Lumajang-Probolinggo, dimana terdapat deretan gunungapi yang timbul di atas celah melintang dan memanjang dari utara ke selatan. Deretan tersebut dapat dibagi dalam tiga satuan morfologi, yaitu Pegunungan Tengger, Gunungapi Jambangan dan Gunungapi Semeru.
Seismisitas G. Kelud pada umumnya diddominasi gempa tektonik jauh dan tektonik lokal. Gempa-gempa vulkanik sangat jarang terekam, hanya sekitar 3 kejadian per bulan. Sejak Agustus 2007 teramati ada peningkatan aktivitas yang ditandai dengan perubahan warna danau kawah dari hijau terang (dalam kondisi normal) menjadi kuning.
Gunungapi Raung merupakan gunungapi aktif, strato, muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan lauit. Bagian puncaknya merupakan kaldera, berdiameter lebih kurang 2,5 km, lereng kalderanya sangat terjal dengan kedalaman dasar sekitar 400 m. Pusat kegiatan letusan G. Raung saat sekarang berada pada dasar kaldera yang membentuk kerucut.
Diantara gunungapi aktif di Indonesia yang terkenal dengan sebutan gunungapi yang tidak pernah istirahat atau selalu menampakkan aktivitas letusannya, yaitu G. Semeru selalu menunjukkan aktivitas letuan abu rata-rata setiap 20-30 menit. Gunungapi yang memiliki tipe strato ini secara adminsitrasi berada pada wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Seismisitas G. Kelud pada umumnya dengan dominasi gempa Tektonik Jauh dan Tektonik Lokal. Gempa-gempa vulkanik sangat jarang terekam, hanya sekitar 3 kejadian per bulan. Sejak Agustus 2007 teramati ada peningkatan aktivitas yang ditandai dengan perubahan warna danau kawah dari hijau terang (dalam kondiis normal) menjadi kuning.
Dalam rangka mengantisipasi dan memprediksi kemungkinan terjadinya letusan. maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terutama semenjak dekade 1980 melakukan pemantauan dan penyelidikan yang seksama dengan melibatkan berbagai metoda seperti seismik, geokimia, deformasi dan metoda geofisika lainnya.