Erupsi semburan abu secara terus menerus berlangsung di G. Bromo sejak akhir Nopember 2010 sampai saat ini merupakan kejadian erupsi yang tidak seperti biasanya. Di dalam catatan sejarah yang dimulai tahun 1804 bahwa erupsi G. Bromo pada umumnya hanya berlangsung dalam beberapa hari saja, walaupun pernah terjadi erupsi selama empat bulan pada tahun 1995.
Gunungapi Arjuna-Welirang termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas daerah sekitar 670 km persegi. Berdasarkan catatan sejarah gunungapi pernah dua kali mengalami peningkatan yaitu pada tahun 1950 terjadi letusan abu.
Gunungapi Ijen merupakan sebuah komplek gunungapi yang terdapat di dalam kaldera Ijen Tua. Dalam catatan sejarah vulkanisme Ijen Tua menghasilkan endapan aliran piroklastika, jatuhan piroklastika, dan aliran lava. Letusan besar yang berasosiasi dengan pembentukan Kaldera Ijen menghasilkan endapan aliran piroklastika dan jatuhan piroklastika.
Gunung Kelud merupakan gunung api strato yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Pada saat sekarang berbentu danau kawah (kurang lebih 1200 m dpl) yang terbuka ke arah barat. Fumarola/solfatara melepaskan berbagai jenis gas seperti H20, CO2, CO, HCI, S02 ,H2S, HF, H2, HBr, NH3, CH4, H3BO3, N2.
Gunung Kelut terletak di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Propinsi Jawa Timur. Untuk melengkapi data-data tentang G. Kelut yang sudah ada sebelumnya, maka dilakukan penelitian petrografi dan kimia batuan. Penelitian terutama untuk mengetahui karakteristik petrologi G. Kelut dengan melakukan penelitian petrografi dan geokimia batuan-batuan hasil erupsi.
Letusan G. Raung yang cukup hebat yang menimbulkan kerusakan dan korban manusia terjadi pada tahun 1586, 1597, 1638, dan 1838. Sepanjang sejarah letusannya G. Raung bersifat ekplosif, menghaslkan abu yang dilontarkan ke udara dan pernah terjadi awan panas yang meluncur menyelimuti sebagian tubuh Gunungapinya.
Komplek gunungapi Bromo Tengger memiliki potensi obyek wisata alam yang cukup indah dan menarik. Pada zaman kerajaan Mojopahit, kawasan Bromo Tengger telah dikenal sebagai tempat upacara ritual sampai akhir kejayaannya, dan sampai kini upacara tersebut masih dilakukan oleh suku Tengger yang bermukim di Sekitar Bromo Tengger.
Hasil survei Global Positioning System (GPS) tahun 2004-2009 di G. Kelud menunjukkan pergesaran vertikal dan horisontal. Seacara vertikal terjadi pergeseran naik pada semua titik ukur, dan pola pergeseran horisontal berarah ke luar dari kawah (kubah). Estimasi posisi sumber tekanan menunjukkan bahwa sumber tekanan berada di bawah kawah (kubah) pada kedalaman 2000 m di bawah permukaan laut.
Ada 63 gunungapi dari 129 gunungapi di Indonesia yang mempunyai kaldera dan danau kawah. G. Ijen adalah salah satu dari 63 gunungapi tersebut, yang dicirikan oleh adanya danau kawah. Diameter danau kawah adalah kurang lebih 960 x 600 m, dengan kedalaman air danau kurang lebih 200 m, dan dibatasi oleh pematang kawah berketinggian antara 2145 m sampai 2386 m di atas permukaan laut.
Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Gunungapi Semeru terletak di antara dataran Malang-Bangil dan Lumajang-Probolinggo, dimana terdapat deretan gunungapi yang timbul di atas celah melintang dan memanjang dari utara ke selatan. Deretan tersebut dapat dibagi dalam tiga satuan morfologi, yaitu Pegunungan Tengger, Gunungapi Jambangan dan Gunungapi Semeru.