Maksud penelitian adalah meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunung api Awu, meliputi pencarian dan pengambilan contoh batuan lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, analisa petrogafi dan analisa kimia contoh batuan
Didalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1892/KPTS/Pertambangan/1984 maka menurut pasal 404 Sub Direktorat Analisa Gunung api mempunya fungsi yaitu, Melakukan penyelidikan dan pengelolaan laboratorium lapangan G. Merapi di Jawa-Tengah, melakukan penyelidikan petrokimia, gas dan uap panas bumi, serta melakukan perancangan, perakitan, perbaikan, pengembangan dan percobaan instrumenta…
Pada bulan September 1986 tepatnya tanggal 4 September 1986, G. Lokon yang terletak di kecamatan Tomohon, Minahasa,Sulawesi Utara terjadi kegiatan peletusan. Sehubungan dengan ini maka Sdr. Suratman BSC dari Sub Dit. Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah mengumpulkan bom gunung api sebanyak dua buah conto (Lok-A/86 dan Lok.-B/86). Conto tersebut diambil sekitar 400 m di sebelah ten…
Kenampakan gejala panasbumi di permukaan terbesar pada lingkungan vulkanik (komplek Waisano) dan non vulkanik (daerah Werang)
Daerah penyelidikan Lembar Morotai A-3 secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan dan Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dengan luas penyelidikan sekitar ± 750 km2. Pengolahan geokimia terhadap 75 sampel sedimen sungai, dilakukan dengan analisis statistika yang kemudian dimodelkan dengan menggunakan system informasi geografis. Analisis statistik yang digu…
Mineral sangat berpengaruh pada suksesi hilirisasi di Indonesia. Saat ini pengklasifikasian mineral menurut undang-undang yang berlaku terbagi menjadi lima, diantaranya mineral radioaktif, mineral logam dan bukan logam, mineral bukan logam jenis tertentu dan batuan. Mineral logam merupakan mineral yang unsur utamanya mengandung logam, memiliki kilap logam dan umumnya bersifat sebagai penghantar…
Litologi di daerah penyelidikan didominasi oleh batuan gunungapi berumur Tersier dan Quarter. Batuan tertua yang tersingkap adalah batuan sedimen "flysch" berumur Kapur Atas terdiri dari perselingan batupasir, greywake, serpih, konglomerat, bersisipan batupasir dan batulanau gampingan, tufa, lava dan breksi. Hasil penyelidikan geokimia sedimen sungai …
Daerah lembar peta Watampone dibedakan atas 3 jenis morfologi, yaitu daerah dataran tinggi, daerah perbukitan sedang dan daerah dataran rendah. Daerah dataran tinggi terdiri dari dua baris pegunungan yang memanjang arah utara-baratlaut dan dipisahkan oleh lembah Walanae. Puncak pegunungan yang tertinggi adalah 1694 m, sedangkan rata-ratanya 1500 m. Da…
Kurva probabilitas kumulatif telah dibuat dengan menggunakan SSGME P sistem menu pengolahan data geokimia dengan DATAM INE (Johnson, 1993). Kurva ini menunjukkan apakah penyebaran unsur- unsur yang dapat dibuat model sebagai bentuk penyebaran log- normal tunggal atau banyak. Titik belok (inflection points) pada kurva memberikan proporsi relatif dari populasi yang berbeda. Na…
Sesar utama Sumatera terletak kurang lebih 30 km kearah baratdaya, dan termasuk ke dalam Lembar peta Kotaagung. Sedangkan untuk Lembar Menggala dan Tanjungkarang, berdasarkan (Andi Mangga .,dkk 1993), dilewati beberapa sesar yang arahnya relatif sejajar dengan arah sesar utama Sumatera dan salah satunya dinamakan sesar Kalianda (Firman Noorsaga., 1983) yang dimulai dari se…