Sesuai dengan sifat - sifat asli letusan yang dimiliki oleh gunungapi - gunung api strato di Indonesia, maka letusan - letusan G. Anak Krakatau dalam tahun 1972-1973, selain dari pada mengalirkan lava, juga memuntahkan bahan - bahan lepas, sekalipun yang tersebut belakangan ini jumlahnya sangat sedikit sehingga dapat diabaikan terhadap yang disebut pertama.
Menjelang akhir tahun 1972, G. Anak Krakatau mungkin tidak mau ketinggalan untuk menyambut tahun baru 1973 dengan batuk - batuk dan letusan asap.
Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang dilakukan secara tetap dari Pos Pengamatan di Pasauran hanya pengamatan visual. Yang diamati adalah kegiatan di Kawah berupa kegiatan solfatara dan fumarola dan letusan. Sedangkan pemeriksaan kawah dan pengamatan seismik dilakukan secara berkala.
Krakatau was studied from September 10 - 12. The 1883 eruption produced a large non - walded ignimbrite deposit (ash - flow) which covers large areas of Rakata, Sertung and Rakata Islands. We landed on all three islands at accesible points and axamined coastal exposures of the 1883 deposit.
Di bawah suatu gunungapi mula - mula terdapat kerakbumi padat, dan di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma, di atasnya suatu masa cair membara, disebut magma.
The Sunda Strait is narrow and shallow in the eastern part, but wide and deep in the western part. The strait connects the Jawa Sea and the Indian Ocean. It is filled with mixed saline water from the Jawa Sea during all months but November, so that virtually no influence of the Indian Ocean is noted in the western part of the Jawa Sea (Suriaatmadja 1956).
Renewed activities started on March 13 with an eruption, soon succeeded by bigger scale eruptions acoompanied by ejection of incandes cent lava fragments. Ash showers fell along the western coast of java adn sometimes on the Southern coast of Sumatera, depanding on the prevailing winds.
Menurut Verbeek (1885) dan Escher (1919) seperti disimpulkan oleh Neumann Van Padang (1951), sebuah gunungapi mungkin setinggi 2000 meter telah dihancurkan, meninggalkan sebuah kaldera dan tiga buah sisa - sisa, yang masih tampak di dasar pulau - pulau pada waktu ini, ialah Rakata, Pulau Sertung dan Pualu Panjang ( Pulau Rakata Kecil).
Tiap letusan gunungapi tipe Plinian merupakan suatu cobaan alamiah yang dapat merubah mukabumi serta kehidupan flora dan fauna secara luas. Ciri letusan tersebut tidak ada bandingannya dengan eksperimen yang pernah dilakukan manusia, demikian diucapkan Ernst (1907), seorang akhli botani Swiss setelah kunjungannya di kepulauan Krakatau tahun 1906 bersama-sama dengan Backer (Bogor), Campbell (Cal…
Sesuai rencana kerja proyek pemetaan geologi Gunungapi Sub-Direktorat Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi pada PELITA III geologi gunungapi Krakatau. Pekerjaan lapangan berlangsung 40 hari dari 13 Maret sampai dengan 21 April 1982.