Komplek Gunungapi Arjuno Welirang adalah salah satu gunungapi Tipe A yang mempunyai beberapa kerucut terdapat dipuncaknya. Kerucut-kerucut ini terbentuk karena perpindahan titik-titik erupsi yang terletak pada satu garis lurus berarah tenggara-barat laut, dimana pemunculannya dikontrol oleh adanya struktur sesar normal yang mempunyai puncak kerucut tersebut.
Gunungapi Dieng merupakan komplek gunungapi yang dikenal dengan kompleks Dieng. Kompleks ini memiliki banyak kawah, diantaranya Kawah Timbang, Kawah Sikidang, Kawah Upas, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sibanteng, dan KAwah Telogo Terus. Karakteristik erupsi G. Dieng berupa erupsi freatik, hembusan gas beracun, dan hembusan fumarola dari beberapa kawah yang ada di kawasan tersebut.
Gunungapi Gede merupakan salah satu gunungapi aktif yang terletak dalam wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi - Jawa Barat, Indonesia dengan tinggi 2958 mdpl. Secara keseluruhan kawah G. Gede berbentuk sepatu kuda dan terbuka ke arah utara-baratlaut. G. gede letaknya berdekatan dengan G. Pangango.
Tangkubanparahu yang artinya adalah perahu terbalik, merupakan salah satu gunung api aktif strato tipe A yang terletak lebih kurang 30 km di sebelah utara Kota Bandung dan 10 km di selatan Kota Subang dengan ketinggian 2084 m di atas permukaan laut. Pada bagian puncak G. Tangkubanparahu terdapat 9 buah kawah.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentu strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A, Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Gede terletak di wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat. Ketinggian G. gede 2958 m dppl dan bertipe strato. Terdapat 7 buah kawah yaitu Kawah Wadon, Lanang, Ratu, Gede, Gemuruh, Sela, dan Kawah Baru. Erupsi G. Gede pertama kali terjadi pada tahun 1747 - 1748. Erupsi G. Gede terakhir terjadi pada tahun 1958 dan sampai sekarang G. Gede beberapa kali mengalami kenaikan …
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentu strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk Tipe A. Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Salak merupakan gunungapi tipe strato, dimana tubuh gunung dibangun oleh perlapisan antara aliran lava dan endapan piroklasyik secara bergantian. Gunung Salak ini salah satu gunungapi tipe A yang secara administratif masuk dalam wilayah tinggat II Sukabumi dan Bogor. Gunungapi Salak memiliki dua buah dinding kawah yang berbentuk tapal kuda yang mengarah ke baratdaya dan utara-timurlaut.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A, Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Semeru merupakan gunungapi aktif tertinggi dan salah satunya yang paling aktif di Pulau Jawa. Puncak tertingginya disebut Mahameru (Gunung Agung), terletak pada ketinggian 3676 meter di atas muka laut. Topografi Gunung Semeru dibangun dari erupsi-erupsi pada beberapa sumber yang bergeser membentuk kelurusan berarah barat laut -tenggara.