Menurut VAN BEMMELEN (1937, h. 170) Gunung Semeru terletak pada rusuk selatan geantiklin Jawa, dibagian yang tenggelam, yang setempat amblas lebih dari 300 meter. Dengan demikian kaki dari gunungapi raksasa ini dipisahkan dari gunungapi Jembangan di utara dan dari "Pegunungan Selatan" di selatan oleh fatu-fatu yang khas berjurus timur barat. Di lihat dari Selatan, gunungapinya menunjukkan keruc…
Setelah terjadi letusan2 G.Semeru tetap giat dengan terus menerusnja membentuk sumbat lava jang tambah besar dan tambah tinggi, begitu pula guguran2 lava jang keluar dari sekitar aliran lava selalu meluntjur ke Bs. Semut dan Tjurah Lengkeng tak pernah berhenti. Maka tibalah saatnja untuk pemeriksaan puntjak tahun 1962.
Pada bulan Djuni 1961 dari Djawatan Goologi Uru-san Volkanologi dilantjarkan pomorikanan kopuntjak Mo-hamoru Kawah Djonggring Soloko dan penulis borkonan mo-ngikuti rombongan okupodisi jang dipimpin oloh Sdr. A. Djajawinangun (Pangetur Toknik tk.I) diikuti oleh Sdr. I. Soomrja (Djuru Toknik tk.I), Sdr. Bilal (Pongamat Toknik Goologi) Sdr. Keann den Sdr. Sohab masing2 po-kordja Pos U.V. dan 8 or…
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Dengan adanja kegiatan G. Someru sedjak bulan September 1967 dan peristiwa-peristiwa terdjadinja lahar di Besuk Ko-bokan (K. Redjali) dan K. Glidik, telah diminta oleh Koman-do Pelaksana Penanggulangan Bentjana Alan Djawa Timur di Surabaja, petugas Volkanologi untuk mengadakan survey di G. Semeru,
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Kerdjanja gunung: a. "Sinar api" Hampir terus menerus bisa tam-bara pak pada malam hari pada waktunja torang, dari Kawah Djonggringsloko berwarna morah mu-da (oranja). Tempo2 tampak biru (gloed) jang dihombuskan, (dalam keterangan merupakan fon-tym).
Atas perintah Sdr. Kepala Urusan Gn. Api dan jang telah disetudjui oleh Sdr. Kep. Djawatan Geologi, maka pada tg. 11 Djan. 1954, kami brangkat dari Bandung menudju ke Gn. Semeru, untuk mendjalankan tugas jang lamanja 2 bulan, akan tetapi berhubung jang mengaplos telat datangnja, karena ada sesuatu hal maka tugas kami diperpandjang 1 bulan lagi. Pengawasan Gn. Semeru dari Pos Bs. Sat, Gn. Saw…
Atas perintah Sdr. Kepala Urusan Gunung Berapi disetujui oleh Kepala Djawatan Geologi, maka kami dengan Sdr. Rd. Suwignjo, berangkat pada tanggal 4/9-53 dari Bandung -Yogyakarta. Di Yogyakarta mengambil tempo satu hari, guna membereskan tugas - tugas dengan Sdr. Surjo, dikantor Cabang Pertambangan Bintaran Lor 22 Yogyakarta.