Pada tanggal 28 April 1959, M. Pantouw mengirim radiogram yang berisi mengenai perkembangan G. Lokon dan G. Mahawu untuk tetap diperhatikan. G. Lokon selama 10 hari ini terus terjadi letusan selama 10 hari berturut turut. Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman rakyat karena jatuhnya abu
Kawah gunung lokon setelah letusan yang berakhir pada tanggal 28 November 1952 berada dalam keadaan tenang selama lebih kurang 5 tahun lamanya. dalam jangka waktu itu, kawah hanya seolah olah hanya sebagai mengaso saja. Mulai Februari 1958 gunung mulai mengadakan letusan-letusan seperti waktu tahun 1951 s/d tahun 1952
Tempat atau letaknya gunung ini di daerah Minahasa tengah, masuk keresidenan Manado Kabupaten Manado Kawadenaan Tomohon. Jika membuka suatu halaman peta Sulawesi Utara, tentu akan terlihat suatu kelompok gunung-gunung berapi yang pada saat ini sedang aktif antara G. Lokon dan G. Mahawu. Belum terhitung pula kawah-kawah kecil atau danau
Rombongan ke II untuk Urusan Volkanologi telah ber-siap sedjak achir bulan Maret 1961, totapi disebabkan oleh sukarnja pengangkutan antara Djakarta - Endeh, maka tugas ini baru dapat dilaksanakan pada tgl.26 April 1961. Berangkat dari Djakarta dengan Kapal Pelni "WATUDAMBO". Rombongan ke II ini terdiri dari Instansi2 jang dipandang dapat mengatasi hal2 jang dibutuhkan oleh Daerah, jang sedang d…
Sejalan dengan program pemerintah dalamdiversifikasi energi, maka panas bumi adalah salah satu energi alternatif sebagai pengganti energy konvensional seperti minyak bumi gas dan batu bara